PURWOREJO -Musim kemarau menjadi musibah bagi wisata yang
menjual air terjun. Tapi sebaliknya bagi anak sungai Bogowonto di
Desa/Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, yakni Sungai Klopo,
menyusutnya aliran jadi berkah.

Betapa tidak, dasar sungai yang selama musim penghujan tertutup air.
Kini lebih terbuka dan terlihat pahatan alam yang sangat indah.
Keindahan ini dimanfaatkan oleh siswa SMK Maarif Bener untuk melakukan
kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan, Minggu (11/8).

Pengampu kegiatan LDK, Wahyudi mengatakan jika latihan dasar
kepemimpinan itu dalam satu kegiatan adalah melaksanakan turun ke
lapangan. Pihanya mengarahkan anak-anak untuk melakukan flying fox
untuk mengasah keberanian anak.

“Kita memanfaatkan salah satu aliran sungai yang ada di Bener yakni
Sungai Klopo untuk berlatih,” kata Wahyudi.

Menautkan tali baja sisi kanan kiri sungai, pihaknya memanfaatkan
pepohonan yang ada. Anak-anak dilepaskan dari salah satu sisi yang
posisinya lebih tinggi.

“Pemandangan alamnya memang menarik, karena anak-anak sungai Bogowonto
dalam musim kemarau seperti ini alirannya sangat menyusut. Jadi banyak
lukisan alam yang tampak,” tutur Wahyudi.

Menurutnya, potensi wisata alam dengan menjual panorama sungai memang
belum banyak digarap. Dia sengaja mengajak anak-anak memanfaatkan
lokasi itu sekaligus untuk mengabadikan banyak gambar dengan latar
belakang yang apik.

“Selama ini Bogowonto kita jual dengan arung jeramnya. Tapi di musim
kemarau tidak mungkin karena debitnya sangat kecil,” imbuh pengelola
Bogowonto Indonesia Adventure ini.

Dia berharap keindahan panorama ini bisa ditangkap oleh desa-desa yang
ada di sepanjang aliran sungai untuk memanfaatkannya. Hanya untuk
wisata minat khusus memang dibutuhkan keahlian khusus sehingga
keamanan pengunjung tetap terjaga.

Camat Bener Agus Widiyanto membenarkan jika potensi wisata air di
wilayahnya beragam. Selama ini masyarakat mengelolanya saat musim
penghujan semata. Sedangkan di musim kemarau belum banyak digarap.

“Akan kami dorong desa bisa melihat potensi yang ada. Jika SDMnya
masih kurang kita akan gandeng dinas terkait untuk bisa memberikan
pelatihan,” kata Agus. (udi/laz)