PURWOREJO – Dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purworejo periode 2014-2019 yang terpilih kembali periode 2019-2024 terpaksa merelakan kursi mereka kepada nomor urut di bawahnya. Ini karena keduanya terbukti secara sah telah melanggar aturan hukum yang ada.

Hal itu terungkap dalam rapat pleno terbuka penetapan perolehan kursi partai politik dan calon terpilih anggota DPRD Purworejo hasil Pemilu 2019 di Hotel Sanjaya, Sabtu (10/8). Dipimpin Ketua KPU Purworejo Dulrokhim dan dihadiri empat komisioner KPU, Bawaslu, Forkopimda dan partai politik peserta Pemilu 2019.

Keduanya adalah Endang Tavip Handayani dari Partai Gerindra yang berlaga di Dapil V Purworejo (Kecamatan Kemiri, Pituruh dan Bruno) serta Ghofururochim dari Partai Keadilan Sejahtera di Dapil Purworejo VI (Kecamatan Gebang, Loano dan Bener).

Keduanya melanggar ketentuan di mana Endang Tavip diputuskan bersalah oleh Pengadilan Tinggi Jawa Tengah di Semarang sesuai Surat Keputusan nomor 134/Pid.Sus/2019/PT SMG atas pelanggaran tindak pidana pemilu berupa penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan kampanye.

Sedangkan Ghofururrochim ditetapkan bersalah oleh Pengadilan Tinggi Semarang dengan surat putusan Nomor 197/Pid/2019/PT SMG tentang vonis bersalah atas tindakan pelanggaran pemilu berupa politik uang.

“Ghofururochim divonis dengan hukuman pidana 2 bulan penjara denda Rp 5 juta subsider 1 bulan penjara,” kata Ketua KPU Dulrokhim.

Menurutnya, keduanya telah diproses dan menjalani hukuman yang ada. Dari kejadian yang ada, keduanya tidak lagi memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai anggota DPRD Purworejo 2019-2024 dan dibatalkan keikutsertaanya.

Komisioner KPU Purworejo Divisi Pemantauan, Pemungutan, Pemungutan Suara, Data dan Informasi Widya Astuti mengatakan, kursi yang seharusnya untuk Endang selanjutnya ditempati Muhammad Fahrudin Sidik yang berada di bawahnya. Adapun dukungan suara yang diperoleh oleh Fahrudin sendiri hanya 231. “Suara yang diperoleh Endang adalah 3.929 suara,” kata Widya.

Dari pleno penetapan, anggota DPRD Purworejo periode 2019-2024 didominasi wajah baru. Tercatat dari 45 anggota, hanya 20 orang incumbent yang mampu bertahan. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PIDP) masih menunjukkan taringnya di Purworejo dengan merebut 10 kursi, disusul Partai Golkar 8 kursi. Partai Demokrat mampu bertahan dengan menempatkan 6 orang wakilnya.

Ada 3 partai yang mendapatkan 5 kursi yakni Partai PKB, Gerindra dan Nasional Demokrat. Dua parpol mendapatkan 2 kursi yakni PKS dan PPP. Dua kursi tersisa dimiliki oleh Hanura dan PAN. Rencananya, ke-45 anggota yang telah ditetapkan akan dilakukan pelantikan dan diambil sumpahnya sebagai anggota DPRD pada Rabu (14/8). (udi/laz)