JOGJA – Suporter PSIM Jogja kemungkinan tidak dapat mendukung langsung tim kebanggaannya saat bentrok melawan Persis Solo dalam lanjutan Liga 2 2019, Jumat (16/8).

Laga bertajuk “Derby Mataram” itu adalah pertandingan sarat gengsi di antara kedua kesebelasan. Perseteruan Laskar Mataram -julukan PSIM- dengan Persis Solo memang sudah mendarah daging dan menjadi salah satu persaingan paling panas di Liga 2 musim ini.

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persis Solo Didik Daryanto membenarkan kabar tersebut. Didik mengatakan, pihak kepolisian Madiun tidak merekomendasikan kehadiran suporter tim tamu. Artinya, para pendukung PSIM tidak akan diberi kuota tiket untuk datang di Stadion Wilis, Madiun, dalam laga pekan ke-11 itu.

Hal itu, lanjut Didik, adalah salah satu upaya untuk meminimalisasi hal-hal yang tidak diinginkan. Pihak kepolisian lebih mengedepankan faktor keamanan lantaran rivalitas kedua tim sangat tinggi. “Ya, tentu kami mengikuti rekomendasi dari pihak keamanan,” ujarnya.

Rencananya sebanyak 350 personel gabungan dari TNI-Polri akan mengamankan laga derby ini. “Tambahan keamanan internal sekitar 50 personel,” tambah Didik.

Pengamanan ekstra akan dilakukan mengingat pertadingan ini sudah pasti akan menyedot perhatian kedua suporter.

Sebelumnya, Panpel Persis memang telah berkoordinasi dengan Kabagops Polres Madiun Kota untuk membahas persiapan pertandingan Persis Solo melawan PSIM Jogja.

Selain itu, rencananya pagi ini pihak panpel Persis akan mendapatkan rekomendasi pertandingan dari pihak kepolisian. “Insya Allah apabila tak ada halangan, hari ini rekomendasi pertandingan sudah keluar,” kata Didik.

Menanggapi larangan ini, Media Officer PSIM Jogja Ditya Fajar mengimbau kepada para suporter PSIM untuk mematuhi perintah tersebut. Salah satunya dengan tidak memberangkatkan suporter Laskar Mataram ke Madiun.

Seperti derby DIJ sebelumnya, lanjut Ditya, pihak PSIM juga melarang suporter tim tamu hadir untuk meminimalisiasi jatuhnya korban. “Kalau dari pihak manajemen sebisa mungkin akan koordinasi dengan suporter agar mematuhi aturan itu,” ujarnya. (cr18/laz)