MUNGKID – Pemkab Magelang akan menggalakkan pelatihan untuk para penyandang disabilitas agar para difabel ini mampu mandiri. Setidaknya, bakal ada 48 orang yang akan mengikuti pelatihan tersebut.

Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPKB PPPA) Kabupaten Magelang Retno Indriastuti, pelatihan  lebih menyasar komunitas. Pelatihan terselenggara atas bantuan Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Prof Dr Soeharso Surakarta di bawah naungan Kementerian Sosial.

“Jadi sasaran pertama kepada keluarga, kedua masyarakat,” jelas Kepala BBRSPDF Prof Dr Soeharso Surakarta Heri Krisritanto saat sosialisasi program ini. Para penyandang disabilitas akan mengikuti pelatihan selama tiga hari.

Jenis pelatihan ditentukan berdasarkan pemetaan, kemudian dilakukan identifikasi, dan assessment yang diinginkan penyandang disabilitas sesuai dengan potensi. Meski sangat sangat singkat, Heri berharap pelatihan ini bisa menjadi stimulan dan ditindaklanjuti pemda setempat.

“Pelatihan untuk saat ini, sementara ditetapkan oleh keinginan mereka yakni tata boga dan elektronik. Elektronik itu untuk servis handphone. Ini kan sesuai dengan aspirasi mereka,” tuturnya.

Pelatihan akan dilaksanakan paling lambat satu bulan sejak sosialisasi. Saat ini masing-masing difabel telah menerima bantuan uang tunai sebesar Rp 2 juta untuk modal. Bantuan akan dicairkan di rekening masing-masing.

Retno berharap para penerima manfaat bisa lebih meningkatkan kemampuannya. “Mudah-mudahan apa yang mereka latih selama  beberapa hari nanti bisa mengangkat kemampuan. Dengan demikian bisa mengangkat kesejahteraan dari saudara-saudara kita itu,” ujarnya.

Pemkab juga memiliki kegiatan rutin untuk memberdayakan para difabel di wilayah masing-masing. Pelatihan yang pernah dilakukan untuk para disabilitas itu, antara lain, menjahit, tata boga, dan perbengkelan. (cr10/laz/zl)