Karnaval Takbir IRM Jambidan#25 kembali digelar. Tahun ini acara diadakan H plus 1 perayaan Idul Adha atau pada Senin (12/8) malam. Acara yang dimulai pukul 19.30.  Mengambil start di lapangan Potorono dan finish di lapangan Jambidan, Banguntapan, Bantul.

Kegiatan yang dihelat rutin saban tahun ini sukses memikat perhatian penonton. Ribuan masyarakat tumplek blek menyaksikan pawai yang dikemas dalam sebuah festival takbir ini. Mereka memadati rute yang dilewati peserta pawai. Jarak yang ditempuh peserta mencapai 4 kilometer.

Karnaval takbir ini mendapatkan dukungan Dinas Pariwisata DIY itu telah berlangsung kali ke-25. Awalnya dulu sederhana dalam lingkup terbatas. Dalam perkembangannya semakin besar.

“Ruang lingkupnya juga makin luas. Tahun ini karnaval ini telah berjalan 25 tahun,” ujar Ketua Panitia Karnaval Takbir IRM Jambidan#25 Abdur Rouful Manan.

Tidak hanya peserta. Hadiah yang diberikan juga meningkat kualitasnya. Rouful memberikan ilustrasi sederhana. “Dulu ibaratnya hadiahnya hanya ayam, sekarang meningkat menjadi kambing. Alhamdulillah semua mengalami peningkatan,” katanya.

Dalam karnaval ini panitia menyediakan hadiah berupa tiga ekor kambing. Pemenang pertama berhak mendapatkan tropi bergilir gubernur DIY dan tropi tetap bupati Bantul. Ada juga tropi dari kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) DIY serta tropi kepala kantor Kemenag Bantul. Panitia juga memberikan uang pembinaan dan aneka macam doorprize.

Karnaval diikuti 19 peserta. Mereka bukan terbatas dari Bantul. Ada juga peserta yang datang dari Kabupaten Sleman dan Kota Jogja. Mereka tampak antusias mengikuti acara dari awal hingga akhir. Panitia menerapkan sejumlah persyaratan penilaian. Antara lain kekompakan, kreativitas dan semangat setiap kontingen.

Selama karnaval, peserta menunjukkan berbagai kreasi. Mulai dari gerakan, gema takbir yang bersemangat danm maskot yang diusung. Dalam acara itu ada maskot kupu-kupu dihias lampu warna warni,  maskot gajah, maskot kuda dan  lainnya.

Suasana semakin meriah, dengan penampilan Rofa Band pimpinan Gus Fuad Riyadi. Grup band ini menggebrak dengan rock sholawatan. Mereka tampil menghibur penonton di lapangan Jambidan. Tempat berakhirnya karnaval.

Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih tampak hadir ke lokasi. Halim berkesempatan melepas peserta. Dia mengapresiasi atas digelarnya karnaval tersebut. “Karnaval Takbir Jambidan ini merupakan festival terbesar di Bantul. Setiap tahun selalu menarik animo dari banyak kalangan dan pengunjung,” katanya.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata DIY Aria Nugrahadi menilai Karnaval Takbir Jambidan itu punya potensi besar  mendatangkan wisatawan.

Tradisi masyarakat ini sangat potensial  dijadikan atraksi pariwisata alternatif di DIY. Masyarakat diharapkan bisa menyajikan gelaran tradisi yang penuh nilai-nilai religi menjadi sebuah event yang menarik.” Daya tariknya sangat besar,” ujarnya.

Dia mengatakan, tingginya minat masyarakat itu harus dikemas sebagai produk wisata yang menarik. Atraksi yang dikembangkan masyarakat harus bisa berkolaborasi menjadi produk wisata yang bisa dinikmati dengan baik dan nyaman. (kus)