ADA 20 wajah baru di parlemen Kota Yogyakarta periode 2019-2024. Mereka diwajibkan segera menyesuaikan diri dengan tugas-tugas kedewanan. Terutama untuk menyelesaikan tunggakan pekerjaan yang belum terselesaikan oleh dewan periode sebelumnya.

Pimpinan Sementara DPRD Kota Yogyakarta Danang Rudiyatmoko menyatakan, usai dilantik pada Senin (12/8) ke-20 anggota dewan baru langsung tancap gas menyelesaikan kewajiban. Menurut Danang, tak ada yang perlu diragukan terkait kinerja 20 dewan baru tersebut. Apalagi beberapa di antaranya pernah merasakan sebagai anggota dewan. Beberapa lainnya juga dekat dengan tugas-tugas kedewanan.

“Mereka juga sudah mendapatkan bimbingan teknis. Kalau melihat kemampuan (mereka, Red) sudah bisa langsung menyesuaikan diri,” ujar politikus PDI Perjuangan ini.

Agenda dewan baru diawali dengan pembentukan fraksi. Oleh anggota partai politik (parpol) maupun gabungan parpol di DPRD. Itu demi kelancaran komunikasi antardewan lintas fraksi. “Jika komunikasi sudah terjalin, nanti bisa segera dilakukan pembentukan panitia khusus (pansus),” katanya.

Pembentukan pansus untuk membahas beberapa program legislasi. Di antaranya, tata tertib dewan, APBD 2019, dan rancangan peraturan daerah (raperda) lainnya.

Danang mengungkapkan, masih ada tujuh raperda yang harus diselesaikan tahun ini. Termasuk Raperda APBD 2020.

“Jika fraksi sudah terbentuk, kami berharap segera dikirimkan nama untuk anggota pansus,” pintanya.

Ada enam fraksi yang bisa dibentuk berdasarkan perolehan kursi Pemilu 2019. Yakni Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Fraksi Partai Amanat Nasional, Fraksi Gerindra, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Fraksi Golkar, dan Fraksi Nasdem.

Wakil dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Demokrat (PD), masing-masing satu dan dua anggota, dipersilakan bergabung dengan salah satu fraksi. Hal ini sepenuhnya menjadi kewenangan partai politik yang bersangkutan. “Penggabungan itu sangat bergantung pada komunikasi dan kenyamanan tiap anggota partai politik. Tambahan anggota di fraksi akan sangat mendukung kinerja fraksi,” jelasnya.

Setelah semua fraksi terbentuk akan dilanjutkan dengan penyusunan tata tertib dewan. Sembari menunggu penetapan pimpinan definitif DPRD Kota Yogyakarta.

Danang optimistis, pembahasan setiap raperda akan berjalan optimal. Dan bisa tuntas sesuai target. Mengingat komposisi anggota DPRD Kota Yogyakarta cukup mendukung. Ke-20 anggota dewan baru akan disokong oleh 20 petahana.

Ali Fahmi, pimpinan sementara lainnya, menyatakan bahwa lembaga legislatif dituntut untuk mengubah cara pandang. Menjadi pejuang demokrasi.

Untuk mewujudkannya bisa ditempuh dengan berbagai upaya. Di antaranya, menguatkan lembaga legislatif dengan menjalankan seluruh fungsi yang dimiliki dewan. Juga menjadi wadah bagi keragaman dan menjembatani komunikasi antara masyarakat dan pemerintah daerah. “Tanggung jawab kami adalah melakukan kinerja yang prima,” ujarnya.(*/yog/fj)