Persiapan skuad PSIM tak hanya dari sisi teknis. Penguatan tim dilaksanakan dalam bentuk nonteknis. Skuad asuhan Aji Santoso bertolak ke Madiun Kamis (15/8) pagi menggunakan bus dari Wisma PSIM di Baciro, Jogja. Tepat pukul 08.30.

Rudiyana dkk berangkat dari dengan keyakinan tinggi. Keyakinan tinggi mereka tak lepas dari doa bersama yang dilakukan bersama. Mereka terlihat khusyuk.

Sesi doa tersebut dipimpin bek kiri Aditya Putra Dewa. Dalam doanya, Dewa berharap agar seluruh skuad PSIM diberikan hasil istimewa dan keselamatan.

‚ÄĚSemoga kami meraih hasil terbaik di Madiun besok (hari ini),” kata Dewa.

Suasana sekitaran Wisma PSIM jelang keberangkatan begitu semarak. Puluhan pendukung memadati area sekitar wisma. Mereka mengantarkan keberangkatan skuad Laskar Mataram. Mereka juga mendoakan tim pujaan merengkuh hasil maksimal.

Beberapa suporter mengaku sangat bersemangat menyambut laga derby Mataram sejati musim ini. Menurut mereka, laga kontra Persis terkait erat dengan kebanggaan. Sebab, sejarah rivalitas kedua tim cukup panas. “Saya yakin PSIM bisa menang di Madiun,” ujar salah suporter PSIM.

Para suporter sempat membuntuti bus rombongan PSIM. Mereka mengantar tim pujaan hingga bus meninggalkan perbatasan Kota Jogja.

Di dalam bus, semangat para pemain PSIM terus dipompa. Fisioterpis Wildan, bahkan, sempat memimpin pembacaan salawat yang kemudian diikuti mayoritas skuad Laskar Mataram. (cr12/cr12/din/amd/fj)