SRUMBUNG – Posko bersama yang melibatkan sejumlah pihak akan dikukuhkan dalam apel siaga hari ini. Komandan Kodim (Dandim) Magelang Letkol Armed Kukuh Dwi Antono mengatakan, pembentukan posko ini sebagai respons kejadian kebakaran di puncak Gunung Merapi Minggu (18/8) lalu.

“Kami harus siaga. Karena saat ini masih kemarau dan rawan kebakaran,’’ jelasnya Rabu (21/8). Dengan adanya pokso bersama ini agar dapat segera melakukan tindakan jika ada kejadian serupa.  Posko ini berada di Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Jurangjero di desa Ngargosoko, Srumbung, Magelang.

Posko ini akan melibatkan TNGM, TNI, Polri, BPBD, PMH, pemdes setempat, dinas kehutanan dan lingkungan hidup, relawan dan masyarakat setempat. Mereka akan berkoordinasi ikut serta melakukan pemantauan. “Jika ada kejadian, bisa langsung bergerak,” jelasnya.

Selain membangun posko selama musim kemarau berlangsung, pihaknya juga akan mengadakan sosialisasi kepada masyarakat. Setidaknya mengenalkan potensi- potensi yang dapat menyebabkan kebakaran hutan dan lahan. Mulai dari kembang api, petasan, puntung rokok, sampai balon udara perlu dihindari.

“Kami adakan sosialisasi melalui Sosialisasi ini akan diadakan terus-menerus dengan menyentuh berbagai kalangan. Dia berharap masyarakat dapat memahami penyebab kebakaran secara mendalam.

Dandim Magelang Letkol Armed Kukuh Dwi Antono. (AHMAD SYARIFUDIN/RADAR JOGJA)

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Wilayah 1 Sleman Magelang TNGM Wiryawan menjelaskan, pihaknya akan melakukan patroli rutin dengan menyisir berbagai kawasan yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Masyarakat juga diharapkan bisa berpartisipasi menanggulangi kejadian semacam ini.

“Kami membentuk masyarakat peduli api (MPA),’’ jelasnya. Selain itu juga membentuk masyarakat mitra Polhut. Sehingga warga yang paling dekat dengan kawasan bisa langsung menangani jika ada kejadian. (cr10/din/er)