UNIVERSITAS Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) kembali menggelar kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bela Negara 2019 (PKK-BN 2019) Selasa (13/8). Hadir sebagai pemateri Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu. Dalam kesempatan itu Ryamizard  memberikan kuliah umum bertema “Penguatan Bela Negara Menghadapi Revolusi Industri 4.0.”

Di hadapan lebih dari tiga ribu mahasiswa baru UPNVY, Menhan menegaskan bahwa para mahasiswa adalah putra-putri terbaik bangsa yang memiliki keistimewaan. Terpilih sebagai duta-duta bela negara dan pembangunan bangsa ke depan. Juga mampu menunjukkan keteladanan sebagai pelajar terpilih yang berprestasi, berdisiplin, dan bermoral. Serta memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi.

(UPNVY FOR RADAR JOGJA)

“Jadilah kalian generasi masa depan yang maju dan unggul serta berkarakter. Yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta teruslah berkarya,” tutur Ryamizard di Gedung Auditorium WR Supratman, UPNVY.

Menhan berpesan, seluruh mahasiswa UPNVY harus memiliki kekuatan integritas kepribadian yang pancasilais, mental yang kokoh, ulet, tegar, dan pantang menyerah. Untuk berjuang demi kemajuan bangsa dan negara Indonesia. “Sebagai anak bangsa kita patut berbangga. Karena Indonesia adalah bangsa besar,” tegasnya.

Menurut Menhan, tak ada satu kekuatan pun yang dapat menghancurkan persatuan dan persaudaran bangsa Indonesia. Dari dulu sampai sekarang. Karena Indonesia adalah bangsa yang solid dan sangat toleran, ramah, serta murah senyum. “Yang lebih penting, bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang sangat mencintai perdamaian dan kedamaian. Menghormati berbagai perbedaan, meski memiliki banyak suku, agama, dan ras” tandasnya.

Ketua PKK-BN 2019 UPNVY Dr Ir Sutarto mengatakan, seluruh rangkaian kegiatan PKK-BN 2019 dimaksudkan untuk mewujudkan mahasiswa berkarakter bela negara. Guna menghadapi tantangan revolusi industri 4.0. “Dengan tema ini saya berharap ke depan mahasiswa baru  di tengah tantangan revolusi industri 4.0 mampu beradaptasi dan survive di tengah perubahan zaman. Dengan tetap berpegang pada jiwa bela negara,” ujarnya.

Kegiatan PKK-BN wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa baru. Berlangsung selama satu minggu. Dalam kesempatan yang sama, Kasubbag Kerja Sama dan Humas UPNVY Markus Kusnardijanto SSos menambahkan, PKK-BN bertujuan memberi bekal tentang spirit dan pemahaman bela negara di era revolusi industri 4.0 pada dunia pendidikan. “Sekaligus untuk memperkenalkan lingkungan  kampus kepada calon mahasiswa baru,” katanya.

Sementara itu, Rektor UPNVY Dr Irhas Effendi MS mengatakan, pada penerimaan mahasiswa baru jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), UPNVY meraih peringkat pertama tingkat ketetatan di bidang sosial humaniora (soshum). Sedangkan  di bidang sains dan teknologi (saintek) meraih peringkat ke tujuh dari seluruh PTN di Indonesia.

Hal itu disampaikan Irhas dalam sidang senat terbuka. Yang sekaligus menandai peresmian penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2019/2020 di kampur Bela Negara UPNVY.

Terkait revolusi industri 4.0, Rektor menyatakan pentingnya cyber physical system, internet of things, dan networks. Ini merupakan kelanjutan dari era revolusi industri 3.0 yang ditandai dengan otomisasi, komputer, dan elektronik. “Era revolusi industri 4.0 telah mengubah cara hidup, cara bekerja, dan cara berhubungan satu sama lain,” jelasnya.

Era tersebut, lanjut Irhas, tidak saja membuka berbagai peluang untuk meningkatkan daya saing karena masuknya berbagai pemikiran dan paham secara lebih bebas. Namun juga berpotensi masuknya  pemikiran dan paham yang dapat pula bertentangan dengan ideologi negara. Oleh karena itu program PKK-BN UPNVY tahun ini diharapkan mampu membentengi para mahasiswa dari terkikisnya rasa nasionalisme. Dalam rangka meningkatkan  daya saing di tingkat global  di tengah peluang yang diciptakan oleh revolusi industry 4.0. “Kampus ini juga terus mengembangkan nilai penting berupa disiplin, kejuangan, dan kreativitas bagi semua sivitas akademika dan pegawainya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rektor UPNVY mengimbau para mahasiswa baru untuk bergabung dengan 52 Organisasi Kemahasiswaan (26 UKM dan 30 OK) untuk mengembangkan sosialisasi dan kemampuan berorganisasi. Dengan mengikuti organisasi kemahasiswaan. (*/yog/en)