PURWOREJO – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo mematok target 50 besar  nasional. Ini berdasarkan penilaian kinerja sehat dari Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Nah, demi menggapai terget itu berbagai terobosan diluncurkan. Ini khususnya terkait peningkatan pelayanan kepada masyarakat.  Seperti perluasan wilayah jaringan pemasangan, meminimalisasi kebocoran air. “Dan kerusakan fasilitas,’’  kata Direktur PDAM Tirta Perwitasari Purworejo Hermawan Wahyu Utomo, Rabu (21/8).

PDAM Tirta Perwitasari mendapatkan dua penghargaan tahun ini. Yakni Top CEO BUMD 2019 dan penilaian kinerja sehat dari BPPSPAM Kementerian PUPR. Dari 367 PDAM se-Indonesia berada di urutan ke-61. Juga urutan 15 dari 35 Kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

Capaian itu mengalami peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya. Penilaian dilakukan untuk melihat dan mengukur tingkat kinerja manajemen, efisiensi dan efektivitas pengelolaan PDAM. Sebanyak 18 indikator kinerja PDAM yang dinilai terbagi menjadi empat aspek, yakni keuangan, pelayanan, operasional, dan sumber daya manusia. ”Kualitas sumber daya manusia juga terus ditingkatkan,” jelasnya.

Salah satu contoh peningkatan layanan, lanjutnya, yakni dengan memberikan promo murah pemasangan bagi pelanggan baru. Mulai 1 September hingga 31 Desember 2019, warga di tiga kecamatan yang ingin memasang saluran baru cukup membayar Rp 1.520.750. PDAM fokus untuk pemasangan baru di tiga cabang, yakni Kecamatan Purwodadi, Kutoarjo, dan Banyuurip.”Kami lakukan subsidi silang. jadi bisa lebih murah,” sebutnya.

Selain urusan pelayanan dan pemasukan perusahaan, PDAM juga komitmen untuk mendukung lingkungan, baik lingkungan hidup maupun sosial. Sebagai contoh, selama musim kemarau ini PDAM rutin menyuplai air bersih di sejumlah desa terdampak kekeringan.

Setiap hari rata-rata PDAM droping air sebanyak enam tangki. Itu untuk desa-desa yang berada di luar wilayah jaringan PDAM. “Kalau yang di dalam wilayah jaringan ketersediaan air aman,” ungkapnya. (udi/din/er)