SLEMAN –  Diduga karena kondisi gelap tanpa penerangan lampu jalan, terjadi perampasan ponsel di Gamping Sleman. Aksi dilakukan lima pria dalam kondisi mabuk.

Tanpa alasan, kelimanya menyerang seorang pria. Penyerangan di Ringroad Barat, Gamping. Di pertigaan gang masuk Dusun Salakan, Trihanggo, Gamping. Tiga dari lima tersangka berhasil diamankan. Mereka, Arif Rahman, 18, warga Tasikmalaya; Galih Pandu, 20, dan Firman Syahida, 25, warga Sleman.

‘’Dua lagi masih buron,’’ kata Kanit Reskrim Polsek Gamping Iptu Tito Satria Perdana di Mapolsek Gamping Rabu (21/8).

Kejadian itu, kata Tito, terjadi beberapa waktu lalu. Sekitar pukul 22.15. Para tersangka mengendarai Xenia warna putih. Sedangkan korban saat itu seorang diri mengendarai sepeda motor. “Dalam pengaruh minuman keras, mereka mengacak korban. Tanpa tujuan tertentu,” jelasnya.

Korban dipepet para pelaku. Setelah korban berhenti, tanpa bertanya, korban dipukuli kelima pelaku. Korban menderita luka serius pada wajah. “Bibirnya sobek dan luka lebam di kepala dan badan,” ucapnya.

Saat dianiaya, ponsel korban terjatuh dan dibawa kabur. “Ponsel lantas dijual pelaku. Maka kami sangkakan pasal pencurian dengan kekerasan (curas),” bebernya.

Ketiga tersangka ditahan di Mapolsek Gamping. Sejak 17 Agustus lalu. Barang bukti yang berhasil diamankan yaitu ponsel korban dan mobil yang digunakan pelaku. Mereka dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman kurungan 12 tahun penjara.

Penerangan jalan di Sleman belum mencukupi. Dari 86 desa yang ada di Sleman, baru 21 desa terpasang penerangan jalan umum (PJU).

Kasi Penerangan Jalan Umum (PJU) Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman Wahyu Estijanto membenarkan masih ada daerah belum terjangkau PJU. “Akan kami lakukan penambahan lampu secara bertahap,” kata Wahyu.

Wahyu menjelaskan, untuk menambah lampu penerangan dibutuhkan biaya yang besar. Sebab untuk satu desa rata-rata ada 200 titik penerangan jalan yang harus dipasang. “Itu anggarannya Rp 800 juta per desa,” bebernya.

Untuk membuat Sleman yang lebih terang tidak bisa dilakukan dengan cepat. Pada 2019 pihaknya hanya akan menambah penerangan jalan umum di lima desa. Yaitu Desa Sendangtirto (Berbah), Sidoluhur (Godean), Pakembinangun dan Candibinangun (Pakem) serta di Donoharjo (Ngaglik). (har/iwa/rg)