PURWOREJO – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Purworejo terus menelusuri arsip-arsip bernilai sejarah yang ada di masyarakat. Arsip-arsip ini menceritakan banyak hal. Mulai dari pemerintahan hingga tokoh nasional.

Namun, langkah ini belum didukung ketercukupan anggaran serta tenaga yang mencukupi. Dinarpus hanya memiliki tiga tenaga arsip dan dua CPNS. Mereka ditambah dengan tenaga PHL yang ada.”Sebenarnya kalau ditotal ada 27 arsiparis, tapi mereka tersebar di banyak OPD,” kata Kepala Bidang Arsip Dinarpus Purworejo Siti Choeriyah, Rabu (21/8).

Mereka juga harus memaksimalkan anggaran Rp 30 juta tahun 2019. Diakui jika anggaran itu sangat terbatas karena ada beberapa alat yang belum dimiliki. Scanner yang digunakan untuk mendokumentasikan arsip dari pemilik juga tidak punya.” Kami harus meminjam di OPD lain,” katanya.

Menurutnya, dari sekian banyak bupati Purworejo, baru arsip Bupati Supantho yang dimiliki lengkap. Selain Supantho seharusnya pun semua arsip yang menjadi daya dukung pemerintahan maupun perjalanannya harus terarsip dengan baik. Selain itu, banyak tokoh nasional dari Purworejo yang belum memiliki kelengkapan cerita atau arsip dengan baik.  “Kami tertantang untuk bisa melengkapi arsip- arsip yang ada,’’ tambah wanita yang akrab disapa Icha ini.

Pekerjaan rumah itulah yang membuatnya dan jajarannya kerap turun ke lapangan untuk mendatangi narasumber yang masih memiliki arsip. Walaupun sepenggal, namun hal itu tetap dikejar sedangkan kelengkapan yang lain akan dicarikan di tempat lain.

Sedikit membanggakan, ada beberapa arsip yang telah diperoleh. Selain Supanto, masih ada arsip mengenai Jenderal Urip Sumoharjo yang didapatkan dari Anri Jakarta. Walaupun hanya menduplikasi namun hal ini memperkaya koleksi di Depo Arsip Purworejo.  Belum lama ini pihaknya juga menrepro arsip milik Soekoso DM, seorang budayawan sekaligus pernah menjadi pejabat di Purworejo.

Kiprahnya amat banyak dan dia rajin mendokumentasikan setiap momen yang dilakukan.”Memang tidak diperkenankan untuk kami membawa arsip aslinya, tapi setidaknya kami bisa menduplikasinya,’’ tambahnya.

Dia berharap langkah ini mendapat dukungan dari masyarakat. Setidaknya jika ada arsip yang dinilai bernilai sejarah bisa dikomunikasikan dengan Dinarpus Purworejo. Pihaknya siap mendatangi dan memeriksa mengenai arsip tersebut. Jika memang bernilai, pihaknya tidak segan untuk mendokumentasikannya.

Anggota DPRD Purworejo Rokhman mengatakan langkah yang dilakukan Dinarpus itu perlu didukung. Menurutnya, arsip memberikan banyak hal serta catatan yang bisa menjadi sebuah kajian untuk generasi mendatang. (udi/din/er)