SLEMAN – Masih dalam peringatan HUT RI ke 74, Polisi Daerah (Polda) DIJ kembali menggelar lomba polisi cilik. Diikuti oleh 155 orang dari Satuan Wilayah Polresta Jogjakarta, Polres Sleman, Bantul, Kulonprogo san Gunungkidul.

Dirbinmas polda DIJ Rudi Heru Susanto menjelaskan tujuan utama dari lonba polisi cilik adalah untuk memupuk kedisiplinan. Melalui giar baris-berbaris, formasi baris dan yel-yel kebangsaan adalah sebagai bentuk cerminan anak yang cinta tanah air. “Diikuti 30 orang setiap peleton dan satu orang sebagai danton,” jelas Rudi Kamis ¬†(22/8).

Kapolda DIY Irjen Pol Ahmad Dofiri menyerahkan hadiah pada para pemenang lomba Polcil (DOK SCH FOR RADAR JOGJA)

Pembinaan karakter oleh Polri juga dilakukan pada tingkat Taman Kanak-kanak (TK) sampai dengan tingkat universitas dengan satuan mahasiswa bhayangkara (Satmabhara). Hal ini dilakukan karena polisi memiliki tanggung jawab untuk membina generasi muda sejak dini. Dengan melakukan pembinaan karakter, kedisiplinan, setia kawan, dan menanamkan cinta tanah air kepada anak-anak.

Dengan disiplin yang tinggi, karakter yang baik dan rasa kebangsaan yang kuat, diharapkan anak-anak akan menjadi pejuang bangsa di berbagai bidang yang diminati. “Memiliki nasionalisme yang kuat dan tidak melakukan pelanggaran hukum,” tambah Rudi.

Sementara itu, Kapolda DIJ, Irjen Pol Ahmad Dofiri¬†menjelaskan dengan adanya perlombaan polisi cilik mampu menbangun karakter dan jati diri seorang anak. Dengan latihan yang bersifat terus-menerus, akan menumbuhkan kedisiplinan. Selain itu, polisi cilik juga mengajarkan bagaimana kekompakan, kebersamaan, menghargai sesama dan nilai-nilai inklusi melalui gerakan . “Jika tidak melalui latihan disiplin, anak-anak tidak bisa melakukan gerakan-gerakan tersebut,” jelas Dofiri Kamis ¬†(22/8).

Pembentukan karakter anak sejak dini melalui polisi cilik, tambah Dofiri, adalah proses pembentukan sumber daya manusia yang unggul setelah melalui persoalan stunting. Yang biasa dialami oleh anak ketika masa pertumbuhan selama dalam kandungan sampao dengan usia anak sekolah dasar. “Masalah stunting sudah selesai, dan karakter anak yang yang harus dibentuk,” tambah Dofiri.

Terlepas dari hal itu, dengan ikutnya anak menjadi polisi cilik, mampu melatih kekompakan dam semangat antara orang tua dan anak. Selain itu, dua tahun lalu, Gubernur DIJ Sri Sultan HB X juga mengatakan bahwa program polisi cilik mampu memberikan pendidikan membangun karakter.

Melalui program tersebut, Dofiri ingin pihaknya bia membina generasi muda untuk membangun generasi dengan karakter ang lebih baik untuk kedepannya.

Anak-anak yang mengikuti lomba di beberapa kegiatan baik tingkat Kabipaten dan Provinsi, mampu membangkotkan semangat, kebanggaan bagi siapa saja yang melihatnya. Terlebih untuk irang tua yang pasti merasa bangga. “Menumbuhkan semangat kebersamaan itu hal lain yang dipetik,” ucapnya.

Selain itu, mindset anak-anak yang takut akan polisi juga sudah mulai berubah dengan adanya program tersebut. Sekarang, yang ada adalah kecintaan anak-anak terhadap polisi. Mulai dari hal kecil seperti anak-anak yang menyenangi baju polisi dan gerakan-gerakan yang biasa dilakukan oleh polisi saat bekerja di lapangan. (Cr7/pra/by)