SLEMAN – Pemkab Sleman menyiapkan 17 unit rumah dinas (rumdin) yang bisa dimanfaatkan organisasi perangkat daerah (OPD). Lokasinya di Jalan Dr Rajiman, Sucen, Triharjo. Namun, tidak semua OPD bisa menempati. Sebab di Sleman ada 52 OPD.

Kabid Aset Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman Widodo memberikan hak tinggal kepada OPD yang mengajukan permintaan. Dikarenakan jumlah unit yang terbatas. “Jadi hanya diberikan pada yang memang butuh,” kata Widodo (22/8).

Saat ini, seluruh unit rumdin sudah terisi. Baik diisi kepala dinas atau dipakai lembaga vertikal. Bahkan ada yang menempati hingga tiga rumah sekaligus. “Pramuka mengisi dua rumdin. Bawaslu tiga rumdin,” bebernya.

Rumdin tersebut memang bisa digunakan oleh instansi lain di luar OPD Sleman. Yaitu melalui mekanisme pinjam pakai. Untuk selanjutnya diterbitkan surat perjanjian. “Karena kalau Bawaslu dan Pramuka tidak punya kantor, kasihan juga,” katanya.

Selain Bawaslu dan Pramuka, rumdin ditempati Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP), Inspektorat, Pengadilan Agama, Sekda, Bagian Humas dan Protokol, dan BPN. Terkait perawatan, semua diserahkan kepada penghuni rumdin. “Biaya operasional listrik, air, dan perawatan ditanggung penghuni,” jelasnya.

Jika rumdin setelah ditempati tidak terawat, akan ada teguran lisan. Namun jika setelah ditegur masih mangkrak maka rumdin tersebut bisa ditarik.

Salah satu yang menghuni rumdin, Kepala DPUPKP Sleman Sapto Winarno menjelaskan dia rutin melakukan perawatan. Pria jangkung yang menghuni rumdin No 5 itu menjelaskan rumdin pasti dirawat. “Rumdin kan fasilitas. Sudah selayaknya dirawat,” kata Sapto.

Setidaknya ada tiga rumdin yang kurang terawat. Yaitu rumdin nomor 2, nomor 3 dan nomor 13. Halaman ditumbuhi rumput liar. Cat rumah kusam dan banyak sarang laba-laba. (har/iwa/rg)