SLEMAN – Gelombang laut di Samudera Hindia akan mencapai tiga sampai lima meter. Diprediksi baru berakhir Minggu (25/8) mendatang.

Demikian dikatakan Kepala Unit Analisa dan Prakiraan Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Mlati Sigit Hadi Prakosa Kamis . Puncak gelombang tinggi terjadi hari ini dan Kamis  (22/8).

Sigit menambahkan, terdeteksi pusat tekanan tinggi udara tinggi mencapai 1.039 milibar di Australia. Dan Laut China Selatan terdapat pusat tekanan udara rendah sebesar 1.004 milibar.

Adanya perbedaan tersebut, membuat kecepatan angin yang berembus di Samudera Hindia Selatan meningkat. “Menjadi 39 sampai 60 kilometer per jam,” jelas Sigit.

Gelombang tinggi akan mulai turun pada 24-25 Agustus. Dengan ketinggian gelombang 3,5 sampai empat meter.

Sigit mengimbau masyarakat dan wisatawan tidak mandi di laut. Menjauhi bibir pantai. Sedangkan untuk nelayan diimbau tidak melaut.

Pelaku nusaha di kawasan pantai harus tetap mewaspadai gelombang pasang yang kemungkinan bisa merusak bangunan. “Harus memerhatikan arahan petugas SAR,” saran Sigit. (cr7/iwa/rg)