SEDAYU –  desa di Kecamatan Loano yang menjadi letak Glamping D’Loano berharap dukungan banyak dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo. Tanpa ada sentuhan dari pemkab, mereka pesimistis bisa mengembangkan diri dan menyejajarkan diri dengan daerah lain yang selama ini mendukung keberadaan Glamping.

Hal itu disampaikan Kepala Desa Sedayu, Amad Said saat mengikuti kunjungan Menteri Pariwisata Republik Indonesia (Menpar RI) Arief Yahya di Glamping D’Loano Badan Otorita Borobudur (BOB), Kamis malam (22/8). “Kami harus memiliki jalan sendiri menuju ke Glamping. Sebab, selama ini harus memutar melalui Nglinggo di Kulonprogo,” tutur Said.

Posisi Glamping sendiri memang berhimpitan dengan Kulonprogo. Lahan utama untuk kamping berada di Purworejo. Namun toiletnya ada di Kulonprogo. Selama ini pun, untuk menjangkau kawasan Nglinggo yang jaraknya relatif jauh. Padahal jika ada akses jalan, jarak tempuh amat pendek dari pusat pariwisata Sedayu, yakni Pasar Menoreh.  “Jaraknya hanya 2,7 meter. 1 kilometer dari Pasar Menoreh sudah jalan desa, tapi 1,7 sampai Glamping belum ada, hanya jalan sempit menuju hutan saja,” tutur Said.

Jalan sempit yang bisa digunakan itu, dulu sebenarnya juga jalan utama. Posisi yang didirikan glamping merupakan permukiman warga di zaman dulu.  “Jadi tapak-tapaknya bekas jalan itu masih ada,” tuturnya.

Said menilai, keberadaan BOB yang memilih Sedayu sebenarnya menjadi peluang bagi Purworejo. Posisinya berada di tengah antara Jogjakarta, Candi Borobudur, dan Magelang. Dia juga mendapat kabar jika Kabupaten Magelang akan membuka akses jalan menuju ke Glamping.  “Yang ada sekarang adalah pintu dari Kulonprogo saja,” tambahnya.

Dia berharap, Purworejo harus bisa bergerak lebih cepat dengan membuka pintu sendiri. Setidaknya ini akan membuka banyak akses dan mempertemukan objek-objek wisata di Purworejo.  “Jadinya kalau bermalam di glamping dan hendak ke Purworejo, Magelang atau Jogjakarta, semuanya relatif dekat. Dan mudah dijangkau,” tambahnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Purworejo Suranto mengatakan jika pihaknya siap untuk menindaklanjuti dari hasil dari pertemuan yang diadakan di Glamping D’Loano dengan Menpar Arief Yahya. Menurutnya, jalan memang menjadi permasalahan yang harus diatasi.   Status jalan yang terhubung ke glamping itu masih berstatus jalan desa.”Harus segera ada solusi,’’ kata Suranto. (udi/din/rg)