PURWOREJO – Aksesibilitas udara yang baik akan meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan. Khususnya  wisatawan mancanegara ke Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Tanpa penanganan yang baik, sulit untuk mendapatkan kunjungan yang tinggi akan tercapai.

“Kalau tentng atraksi wisata, saya tidak khawatir,’’ kata Menteri Pariwisata Arief Yahya di Gamping D’Loano, Kamis (22/8). Arief menyebut Bandara Internasional Adi Sutjipto di Jogjakarta sudah overload. Kapasitas bandara hanya bisa melayani 1,5 juta orang saja. Padahal kelebihannya mencapai 6 juta.

Dia optimistis kalau bandara sudah diperbaiki, tingkat kunjungan wisman akan meningkat. Secara khusus Arief juga  meminta agar operasional Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo ditingkatkan. Hal itu akan mengatasi permasalahan yang ada di Adisucipto.

Arief juga meyakini, jika aksesibilitas udara baik, Candi Borobudur yang selama ini kunjungan wisman kalah dibanding Angkor Wat di Thailand akan bisa lebih baik. Sebab Borobudur memiliki nilai yang lebih tinggi, lebih dihormati dibanding Angkor Wat. “Sekarang kunjungan ke Borobudur baru 250 ribu, jauh dibanding Angkorwat yang lebih dari 2,5 juta,” katanya.

Selain itu, Candi Borobudur saat ini menjadi empat destinasi pariwisata prioritas (DPP) untuk mewujudkan “Bali Baru”. Bersama Borobudur ada Mandalika, Danau Toba dan Labuan Bajo. Keempatnya disebut juga dengan super prioritas.

Glamping D’Loano juga dikembangkan khusus untuk Laboratorium Nomadic Tourism. Menjadi tempat kamping menarik, dalam waktu dekat akan dikembangkan atraksi baru di tempat itu yakni tree house, amphiteater, home pod, dan green house. (udi/din/rg)