JOGJA – Cabang Olahraga (Cabor) Dancesport Daerah istimewa Jogjakarta (DIJ) sukses mendulang medali di ajang Pra-PON 2019. Kontingen DIJ tampil apik dengan menyabet lima emas, enam perak, dan dua perunggu. Kejuaraan tersebut dihelat di Hotel Mercure, Sanur, Bali pada 16 Agustus lalu.

Pra-PON Dancesport diikuti sebanyak 400 atlet dari 17 provinsi yang terbagi dalam tiga grup. Kontingen DIJ berada di grup A bersama dengan Bali, Jawa Tengah, Papua Barat, dan Sumatera Utara.

Sebanyak lima atlet Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) ambil bagian dalam kejuaraan ini. Dua kategori pasangan dan satu solo. Yakni, Yonathan dan Maria Gracetania menyumbang dua emas. Serta Stefanus Renalto dan Vialinda Dewi Fortuna dengan raihan satu emas. Sementara itu, dua emas lainnya diraih oleh atlet non puslatda Pra-Pon.

Pelatih Puslatda Dancesport DIJ Isabella Deviani mengatakan prestasi yang diraih para atlet sudah memuaskan. Artinya sudah mencapai target yang diharapkan. “Ada yang meleset namun ada yang melebihi target awal,” jelasnya.

Lebih lanjut, tim pelatih Dancesport akan terus melakukan evaluasi untuk persiapan PON tahun depan. Isabella menambahkan, para atlet masih akan digeber menjalani try out untuk mengasah skill mereka. Sebab sebelumnya beberapa atlet puslatda dinilai minim kesempatan menjalani uji coba. “Mereka perlu berjuang banyak untuk PON,” bebernya.

Pelatih berusia 46 tahun itu mengatakan daerah yang menjadi pesaing terberat DIJ yakni, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur dikelas latin, serta Bali di kelas standard. “Pra-PON ini masih terbagi dalam zona dan anak-anak tentu akan melawan daerah unggulan lainnya,” ujarnya.

Terkait nama-nama yang akan diloloskan pada PON Papua 2020, Isabella belum bisa menyebutkan. “Tergantung keputusan pengurus daerah,’’ bebernya. (cr18/din/fj)