MAGELANG – Dinas Pariwisata Kabupaten Magelang secara intensif terus mengembangkan desa wisata. Saat ini ada 50 desa wisata yang dikembangkan. Pengembangan desa-desa wisata ini umumnya dilakukan secara swadaya oleh masyarakat setempat. “Jadi kalau ada keunikan lokal di daerah itu, itulah yang dikembangkan,’’ kata  Kepala Bidang Pemasaran dan Lembaga Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Magelang Zumrotin Rini Sulistyowati, Kamis (22/8).

Zumrotin menjelaskan, ekowisata merupakan salah satu fokus yang dihadapi saat ini. Bagaimana agar pengembangan pariwisata tidak merusak lingkungan. Alam dikelola secara berkelanjutan agar terus bermanfaat bagi masyarakat sekitar. “Kami berharap dari program ini desa bisa mandiri. Dari pendapatan pariwisata bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Selain pengembangan berbasis ekowisata, saat ini pihaknya juga sedang mengembangkan wisata berbasis budaya. Di Magelang punya banyak jenis kesenian. “Akan dikemas paket-paket wisata di desa wisata,” jelasnya.

Menurut Zumrotin, mengelola desa wisata memang butuh keahlian dan keterampilan. Maka dari itu, pihaknya mengadakan pembinaan. Pembinaan meliputi sumber daya manusia, penginapan, sampai pemasaran. “Terutama pemasaran karena masih banyak yang belum mampu,” jelasnya.

Untuk pemasaran objek wisata, saat ini yang relatif efektif adalah dengan memanfaatkan media sosial. Terutama untuk menyasar kawula muda. Karena itu pemasaran lewat internet sangat penting untuk dikelola dengan baik. (cr10/din/rg)