SLEMAN – Kejahatan siber kembali terjadi. Kali ini terjadi di wilayah hukum Polsek Mlati. Pelakunya, Wahyu Satrio Utomo, 26, warga Jurang Ombo, Magelang. Perempuan korban berinisial HR, warga Sinduadi, Mlati.

Kapolsek Mlati Kompol Hariyanto mengatakan perkara yang menjerat pelaku yaitu memproduksi, membuat, dan menyebarkan konten pornografi. Konten berupa video yang dibuat saat pelaku melakukan video call sex (VCS) dengan korban.

‘’Jadi pelaku meminta VCS dengan korban. Tanpa sepengetahuan korban, pelaku merekamnya (memakai aplikasi screen recording),” ujar Hariyanto di Mapolsek Mlati (23/8).

Kasus bermula saat pelaku membuat postingan di Facebook 14 Agustus 2019. Isinya, pelaku bisa memberikan pinjaman uang tanpa bunga dan membuat ijazah. Korban tertarik. Lantas menghubungi pelaku. Namun, karena ada biaya admin, korban tidak jadi meminjam.

Pada 16 Agustus 2019 korban kembali menghubungi pelaku guna meminjam Rp 2 juta dari rekening pribadi pelaku. Hal tersebut disanggupi pelaku. Syaratnya, korban mau melakukan VCS.

Korban setuju. Saat melakukan VCS, pelaku merekam adegan tersebut dengan aplikasi Myrecord. Lalu pelaku mengirim hasil rekaman kepada korban dan meminta sejumlah uang.

“Jika tidak mau, pelaku mengancam akan menyebarkan video tersebut. Tapi korban belum mentransfer uang tersebut. Kerugian materi belum ada,” jelasnya.

Berbekal laporan korban, polisi melakukan penelusuran. Pelaku berhasil diamankan di Magelang beserta barang bukti ponsel dan buku rekening tabungan.

Pelaku dijerat UU 44/2008 tentang Pornografi atau UU 19/2016 tentang Perubahan Atas UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Pelaku terancam hukuman 12 tahun bui.

Wahyu mengaku sudah dua kali melakukan aksi serupa. Selain di Mlati juga di Klaten. Namun kedua aksi tersebut gagal memeras korban. (har/iwa/er)