Radar Jogja – Penampilan Yura Yunita dan Jogja Hip-hop Foundation menutup gelaran Artjog MMXIX 2019, yang telah digelar sejak 25 Juli lalu. Menyanyikan lagu-lagu hits mereka, keduanya sukses menghibur para pengunjung selama 1,5 jam di halaman Jogja National Museum (JNM), Minggu (25/8).

Artjog tahun ini mengusung tema “Common Space” dengan melibatkan 39 seniman dalam dan luar negeri. Semakin semarak dengan penampilan 88 seniman pertunjukan. Selama satu bulan mereka tampil secara bergilir sejak dimulainya Artjog.

Pada acara penutupan, direktur Artjog Heri Pemad mengatakan, pihaknya mengapresiasi antusiasme pengunjung. Serta para pecinta seni dan institusi pendidikan yang telah menghadiri acara tahunan yang sudah berjalan 19 tahun itu.

“Tahun ini pengunjung lebih dari 100 ribu. Baik dari dalam dan luar negeri,” kata Heri.

Selain itu, pihaknya juga menilai masyarakat saat ini mulai dewasa dalam mengapresiasi seni. Terutama melihat kunjungan selama gelaran. Heri juga mengatakan, tema “Common Space” atau ruang bersama akan menjadi tema besar Artjog setidaknya untuk tiga tahun ke depan.

Dalam kesempatan itu, seniman dari gerakan Piramida Gerilya yang menggagas adanya instalasi Warung Murakabi juga menyerahkan hasil lelang. Berupa radio kayu yang didapatkan oleh Anas Alimi. Salah satu penggagas Warung Murakabi Singgih Kartno mengatakan, gerakan ini akan dilanjutkan di masyarakat.

“Kesempatan baik bagi kami, untuk berkarya. Pameran di Artjog ini adalah awal langkah panjang warung murakabi. Berharap murakabi movement menjadi obat di masyarakat,” tuturnya.  (riz/tif)