MAGELANG – Sukses usaha penggemukan domba yang digeluti tiga sekawan alumni Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan YoMa) berimbas positif bagi warga sekitar Abita Farm. Tempat usaha yang dikelola Agil, Bimo, dan Fatah di Desa Pakis, Kabupaten Magelang.

Dengan 120 ekor domba yang dipelihara di Abita Farm saat ini, omset per bulan mencapai Rp 150 juta.  Petani setempat pun turut diuntungkan. Di antaranya, kemudahan mendapatkan pupuk kandang. Dari kotoran domba. Petani juga mendapatkan ilmu dan pengetahuan memelihara domba yang lebih efisien. Sehingga hasil yang diperoleh meningkat.

Selain itu, keberadaan Abita Farm turut memantik Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mendirikan Balai Ternak Domba di wilayah tersebut. Balai ternak menjadi tempat belajar bersama masyarakat tentang budidaya domba. Juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa Polbangtan YoMa.

Abita Farm juga membangun kemitraan dengan para petani di Pakis untuk penyediaan bibit, pakan, dan pemasaran produk. Adapun bibit didatangkan dari Temanggung, Jawa Tengah dan Pasuruan, Jawa Timur. Komoditasnya berupa domba ekor tipis, domba ekor sedang, dan domba ekor gemuk.

Sistem pemasarannya dengan melihat potensi. Pada hari – hari biasa domba hasil panen disetor ke rumah potong hewan (RPH) di Jogjakarta dan Wonosobo. Sedangkan pada saat Hari Raya Idul Adha,  Agil dan kawan-kawan bekerja sama dengan Dompet Dhuafa sebagai pemasok domba.

”Selain berdampak positif bagi warga sekitar, kami berharap Abita Farm mampu berperan dalam pengembangan peternakan di Indonesia,” ujar Agil.

Pengembangan sektor peternakan itu, salah satunya melalui ekspor produk domba. Sehingga produk yang dihasilkan Abita Farm bisa menjangkau masyarakat Indonesia secara luas.  Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman bahkan memberikan atensi khusus terhadap semangat pengelola Abita Farm untuk ekspor hasil produksi ternak tersebut. Hal itu disampaikan Amran saat menghadiri wisuda mahasiswa Polbangtan YoMa pada Selasa (20/8). (*/yog/ila)