Radar Jogja – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta kembali menorehkan sebuah prestasi di tingkat nasional. Kali ini dalam kegiatan Unila Syariah Economics Festival (UNISEF).

Di putaran final, tim debat Prodi Perbankan Syariah FAI UAD bertarung melawan 12 tim dari seluruh PTN-PTS Se-Indonesia. Dalam Cabang Lomba Debat Ekonomi Islam dengan tema ‘Pengembangan Industri Halal Melalui Islamic Sosiopreneur di Era Milenial’. Diadakan oleh Forum Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung, Sabtu-Senin (24-26/8).

Memberangkatkan dua tim debat, yakni Salma Siti Salma Miftakhul Jannah, Azura Salsabila, dan Yulfa Afiqoh (UAD A) yang meraih juara 2. Nandang Suhendang, Sisilia Puspita Anggaraeni, Tomi Pratama (UAD B) yang melaju hingga babak semifinal.

Pembimbing dan Pendamping Tim Debat Prodi Perbankan Syariah FAI UAD Rofiul Wahyudi SEI MEI menyampaikan UAD sangat mengapresiasi pencapaian yang diraih mahasiswa Perbankan Syariah FAI UAD. Harapannya semakin banyak mahasiswa UAD yang termotivasi menorehkan prestasi. “Semoga UAD semakin sering juara di kancah regional , nasional maupun internasional. Tidak menyangka akan keluar sebagai runner up, karena beranggotakan mahasiswa semester dua dan empat, sedangkan peserta lain adalah mahasiswa semester tujuh dari PTN-PTS ternama,” ujarnya didampingi Kaprodi Perbankan Syariah UAD Dwi Santoso Pambudi SHI MSI.

Kabid Pengembangan Kemahasiswaan, Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) UAD Danang Sukantar MPd nyampaikan, rangkaian kegiatan yakni Lomba Karya Tulis Ekonomi Islam (LKTEI), Debat Ekonomi Islam, Business Plan Syariah, dan Olimpiade Ekonomi Islam. “LKTEI adalah ajang perlombaan karya tulis ilmiah di bidang ekonomi Islam. Guna mengukur tingkat pengetahuan mahasiswa mengenai penelitian yang berlandaskan ekonomi Islam,” ungkapnya.

Menurut Danang, kegiatan ini dapat menumbuhkan jiwa musyawarah dalam setiap mahasiswa dalam menyelesaikan perkara apapun. Selain bisa menambah pengetahuan dan memotivasi mahasiswa untuk mengembangkan diri. “Selain sebagai wujud konkret sosialisasi dakwah dan perhatian terhadap ekonomi syariah, melalui penerapan riil sistem ekonomi yang sebenarnya. Ke depan, perlu ada perbaikan sistem ekonomi Indonesia dengan mengadakan pengkajian terhadap Sistem Ekonomi Islam,” bebernya. (*/pra/tif)