RADAR JOGJA – Kehadiran Prof Dr Ir Dedi Nursyamsi MAgr di Magelang beberapa waktu lalu memang telah ditunggu-tunggu. Oleh mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan YoMa) Jurusan Penyuluhan Peternakan (Jurluhnak).

Hadirnya kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (PPSDMP) Kementerian Pertanian itu mampu menumbuhkan semangat di kalangan mahasiswa. Untuk belajar menjadi entrepreneur di bidang pertanian.

Saat itu Dedi berpesan agar seluruh mahasiswa Polbangtan YoMa menjadi pendekar-pendekar pertanian yang andal. Yang mampu menghasilkan pangan. Demi terwujudnya swasembada pangan Indonesia. Sekaligus menjadi lumbung pangan dunia.

Dedi menuturkan, agar bisa menjadi petani milenial seluruh mahasiswa harus belajar dengan sungguh-sungguh.

Belajar saja belumlah cukup. Mahasiswa juga harus tangguh dan profesional. Serta punya tekad kuat untuk berwirausaha. Juga mampu menguasasi sistem pertanian modern. Di era industri 4.0 ini. ”Itulah ciri khas petani milenial,” ujar Dedi saat memimpin apel pagi di kampus Polbangtan YoMa (27/8).

Untuk menjalankan semua kegiatan pertanian, lanjut Dedi, petani modern harus bisa memanfaatkan produk ilmu hayati/biologi/makhluk hidup. Dapat menggunakan alsintan berbasis teknologi. Dan  mampu menggunakan teknologi informasi. (*/yog/ila)