RADAR JOGJA – Di tangan Joko Anwar, Gundala hadir lebih modern dan edgy. Kostumnya tak lagi serba ketat seperti di versi komik atau film lamanya.

Dilansir dari jawapos.com, dalam film berdurasi sekitar dua jam itu, penonton akan melihat alasan serta upaya Gundala merancang dan membuat kostum yang dipakainya. Joko Anwar mengatakan, desainnya lebih realistis dan ada alasan kostum itu digunakan untuk apa.

Joko menggabungkan konsep original dan tribute untuk komik Gundala ciptaan Hasmi. Dia menjelaskan, di komik Sancaka jadi ilmuwan. ”Di sini kami mengangkat konsep what if alias bagaimana kalau Sancaka tak jadi ilmuwan,” terangnya.

Sebagai latar cerita kelahiran Gundala menjadi jagoan, Joko mengangkat isu kesenjangan kelas sosial yang berbuntut pada kekacauan dan kriminalitas. Gundala muncul sebagai sosok yang membawa keteraturan dalam kekacauan itu.

Film Gundala sudah beraksi di bioskop seluruh Indonesia. Menjadi lokomotif atau awal dari lahirnya jagoan-jagoan Jagat Sinema Bumilangit. Film ini menawarkan cerita yang seru, tetapi tetap membumi dan relevan dengan kondisi Indonesia masa kini. (jpc/ila)