JOGJA, Radar Jogja – Sehari setelah dilantik menjadi anggot DPRD DIJ, anggota Fraksi PKS langsung bekerja. Tugas pertama mereka menyerap aspirasi dari masyarakat di sekitar kantor mereka, di kawasan Malioboro Selasa (3/9).

Tak hanya itu, lima dari tujuh anggota Fraksi PKS DPRD DIJ menjajal mengayuh becak yang sedang mangkal. Para legislator itu bergantian dengan para tukang becak tersebut untuk merasakan menggenjot becak.“Sengaja usai rapat fraksi langsung turun ke Malioboro untuk melihat dan berdialog dengan masyarakat,” ujar Imam Taufik, Ketua Fraksi PKS DPRD DIJ.
Bukan tidak ada maksud, para anggota fraksi PKS itu memilih becak untuk menjadi bahan menyerap aspirasi. Mereka menilai keberadaan becak kayuh di kawasan wisata Malioboro saat ini sudah semakin terbatas. Tergusur oleh becak motor dan transportasi online.

Tak sampai di situ. Dengan berbagai komunitas Malioboro di sana, dalam kegiatan menyerap aspirasi rakyat trersebut kelima anggota fraksi PKS juga menyempatkan untuk menikmati makanan di angkringan sambil berdialog dengan warga. Di antaranya mengenai keistimewaan DIJ, nasionalisme dan Pancasila. Caranya dengan menanyai para komunitas di Malioboro seputar itu. “Banyak yang belum paham keistimewaan DIJ itu mengurusi apa saja, kesempatan kami untuk menjelaskan,” ungkapnya.

Salah satu pengemudi becak di Malioboro, Buang berharap para anggota dewan tersbeut bisa bekerja melayani kebutuhan rakyat kecil pasalnya saat ini pengemudi becak kayuh semakin tersingkirkan dengan pendapatan per hari Rp 20 ribu sampai Rp 50 ribu.

Melalui kegiatan turun ke bawah menyerap aspirasi rakyat ini diharapkan dapat mengidentifikasi persoalan yang ada di DIJ yang dapat di gunakan menjadi bahan untuk mengambil kebijakan dan politik anggaran sebagai anggota dewan. (bhn/pra/ong)