RADAR JOGJA – Hobi traveling merupakan kegiatan yang sudah menjadi bagian dari gaya hidup masa kini. Bahkan, kini traveling tidak hanya dinikmati mereka yang punya banyak uang saja, mereka yang istilahnya ”pas-pasan” pun kerap melakukan hobi ini. Sebetulnya, kenapa sih orang-orang hobi banget traveling?

Traveling bagi sebagian orang dipandang sebagai kegiatan jalan-jalan saja. Tapi, bagi mereka yang memiliki hobi ini, artinya lebih dari itu. Menjelajahi tempat-tempat baru, belajar masalah sosial dan budaya di tempat tersebut, quality time bersama orang-orang terdekat selama liburan, dan tentu saja sebagai pelepas penat dan penghargaan kepada diri sendiri setelah sebelumnya capek kerja dan mengumpulkan uang untuk traveling ini.

Bagi yang baru dengan dunia traveling, persiapan keberangkatan menjadi sesuatu yang sangat ribet. Apalagi, jika persiapan ini dilakukan di waktu yang mepet.

Berikut ini ada beberapa tips persiapan traveling bagi kamu yang berencana ingin mencobanya.

Rencana Matang

Manusia memang hanya bisa berencana, Tuhan yang menentukan. Tapi, perlu diingat kalau sesuatu itu butuh rencana yang matang agar kita tahu apa saja yang harus kita lakukan untuk keberhasilan tujuannya.

Nah, untuk rencana traveling sendiri sebaiknya direncanakan sejak lama. Terutama jika kamu baru pertama kali melakukannya serta untuk tujuan yang jauh seperti ke luar negeri. Minimal enam bulan sebelumnya.

Mulai dari cari info negara tujuan hingga cari partner perjalanan. Siapa tahu ada yang berniat juga liburan dan bisa berangkat bareng-bareng. Lumayan kan menghemat biaya akomodasi transportasi dan tempat tinggal selama di sana.

Hindari Pengajuan Visa Dadakan

Cek kelengkapan dokumen yang kamu butuhkan, khususnya passport dan visa. Untuk passport mungkin lebih gampang karena persyaratannya. Tapi untuk visa, beda dan sedikit ribet. Beberapa Negara ada lho yang susah mengeluarkan visa. Jadi, harus diproses sesegera mungkin ya jangan ditunda-tunda.

Perbanyak Saldo Rekening

Dari sebagian kelengkapan yang juga mesti sudah pasti sejak jauh-jauh bulan, adalah uang. Tentu sebelumnya kamu sudah menabung jika siap dengan rencana perjalanan ini, kan? Bukan hanya untuk ongkos tapi juga untuk bekal selama di sana. Termasuk, memastikan juga rekening kamu tidak akan kosong saat pulang nanti. Sehingga, pulang traveling tidak pusing karena tabungan ludes.

Biar mudah mengkalkulasikan perkiraan biaya perjalanan selama di sana, rajin-rajin cek kurs mata uang negara tujuan. Kurs bisa berubah-ubah setiap waktu.  Dengan ini, minimal kamu akan tahu apakah persiapan biaya yang kamu miliki mampu mencukupi kebutuhanmu selama perjalanan nanti atau tidak. Kalau masih kurang, terusin aja dulu nabungnya!

Perlu Gak sih Asuransi?

Asuransi yang cocok untuk traveler ada dua, asuransi perjalanan seperti AXA travel insurance dan asuransi jiwa. Keduanya memiliki banyak kelebihan yang bisa kamu pertimbangkan. Kalau kamu hanya butuh asuransi selama perjalanan, maka cukup asuransi perjalanan saja. Tapi, kalau kamu butuh yang lebih aman dan nyaman untuk asuransi yang bisa kamu klaim kapan saja (tidak hanya saat traveling) dan bahkan asuransi tersebut  juga bisa berguna untuk anggota keluarga kamu, asuransi jiwalah pilihan tepatnya.

Kalau kamu masih belum berencana melakukan traveling, asuransi jiwa ini tetap bisa kamu ambil kok! Biasanya asuransi jiwa untuk traveling sudah dibalut menjadi asuransi travel.

Urus Cuti Lebih Awal

Niat traveling, mau liburan tapi belum tahu kapan? Masalah ini biasanya dimiliki mereka yang kerja kantoran dan hanya punya waktu libur weekend atau pas tanggal merah saja.

Setiap perusahaan pasti memiliki aturan masing-masing untuk masa cuti karyawannya. Kamu bisa mulai menanyakan sejak jauh-jauh bulan kapan saja kamu bisa mengambil cuti tersebut.

Soalnya, kalau kamu cuti dadakan, bisa saja kantor kamu sedang sibuk. Demi mengejar cuti, ada kemungkinan kamu berusaha mengejar dealine pekerjaan tersebut namun tidak maksimal. Akhirnya bukan selesai, pekerjaan malah berantakan dan cuti tidak bisa dilakukan.

Atau, kamu mendapat izin cuti, tapi memiliki banyak PR pekerjaan yang menunggu untuk dikerjakan saat pulang. Traveling pasti jadi gak asyik karena kamu akan kepikiran pekerjaan yang ditinggal. Pulang liburan bukannya fresh dan semangat kerja lagi, malah sebaliknya. (*/ila)