RADAR JOGJA – Sedikitnya 4.800 penari melakukan tarian masal identitas Purworejo, dolalak pada pertengahan September ini. Mereka akan memanfaatkan sisi selatan Alun-Alun Purworejo sebagai bentuk pelestarian terhadap keberadaan tari yang baru saja mendapat pengakuan budaya tak benda dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Purworejo Agung Pranoto mengungkapkan, tari yang akan ditampilkan merupakan paket baru hasil garapan tiga seniman Purworejo yang digawangi Melania Sinaring Putri. Paket ini untuk memperkaya tari garapan Dolalak yang sudah ada.

”Tari ini baru digarap di awal 2019 oleh tiga seniman Purworejo. Disebut dengan nama Reroncen,” kata Agung Pranoto, Kamis (5/9).

Kurang dari satu tahun dari proses garapan hingga pementasan masal, Agung Pranoto optimistis jika perhelatan itu akan menuai sukses. Pihaknya sudah memberikan pelatihan secara berjenjang dari tingkat kabupaten hingga sekolah.

Saat di alun-alun nanti, lanjut Agung, akan disiapkan panggung khusus tepat di tiang bendera Merah Putih. Ada enam orang penari yang terdiri dari tiga orang penari laki-laki sepuh dan tiga orang penari anak perempuan.

Penggarap tari, Melania Sinaring Putri mengungkapkan, jika reroncen bisa disebut dengan paket II dari garapan tari. Paket pertama dirilis pada tahun 2009. ”Paket kedua atau reroncen ini tampil dengan kemasan baru dan tembang yang baru pula,” kata Melania. (udi/ila)