RADAR JOGJA – Tiga artis kondang ibu kota bakal menghibur warga Jogjakarta, Sabtu (21/9). Mereka adalah Raisa, Katon Bagaskara, dan Lilo – Kla Project. Konser amal yang bakal digelar di The Rich Jogja Hotel itu merupakan aksi peduli jajaran Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) bersama Ascendia Project, yang merupakan pusat pelatihan disabilitas.

”Konser amal ini untuk menggalang dana. Guna membangun kota difabel di Kebumen, Jawa Tengah,” ungkap Staf Humas FK-KMK UGM Winanti Praptiningsih saat berkunjung di kantor redaksi SKH Jawa Pos Radar Jogja, Jumat (6/9).

Kota difabel di Kebumen merupakan inisiatif alumni FK-KMK UGM yang digawangi dr Faiz Alauddien Reza Mahardhika, yang juga CEO Ascendia Project.

Kebumen sengaja dipilih sebagai lokasi sasaran aksi peduli pendidikan difabel karena beberapa hal. Di antaranya, berdasarkan data statistik 2018 yang menyebutkan Kebumen memiliki 12 ribu penyandang disabilitas. Lebih dari 90 persen dari mereka tidak memiliki pekerjaan. “Selain itu, kebutuhan mendasar dan hak para penyandang disabilitas di sana (Kebumen, Red) belum sepenuhnya mendapat perhatian dari pemerintah,” bebernya.

Selain membangun kota difabel, dana yang terkumpul dari konser amal akan dimanfaatkan untuk membantu renovasi pembangunan One Stop Learning School bagi penyandang disabilitas. Demi mewujudkan kehidupan layak dan lapangan kerja bagi penyandang disabilitas.

Kegiatan tersebut juga memiliki arti penting bagi penyandang disabilitas. Guna memupus stigma negatif masyarakat. Sebab,  sebagian masyarakat masih ada yang memandang kaum difabel sebagai kelompok yang tidak berdaya, tidak bisa bekerja, merepotkan dan tak produktif.

Winanti menegaskan, pandangan masyarakat yang seperti itu tidaklah benar. Karena saat ini tak sedikit penyandang disabilitas yang telah mampu mandiri. Bahkan menciptakan lapangan kerja sendiri. ( yog)