RADAR JOGJA – Bruno, nama salah satu kecamatan di Purworejo ini menyimpan potensi alam yang menarik. Dulu orang mungkin hanya mengenal Curug Muncar di Desa Kaliwungu saja, namun sejak 2017 ada beberapa destinasi lain yang tidak kalah menarik.

Nama Bruno yang agak asing bagi telinga Jawa memang mengundang pertanyaan orang. Singkatan dari ”diburu ora ana” (diburu tidak ada) ini menjadi kawasan yang paling jauh dari Purworejo. Hanya, sebenarnya sudah bayak wisatawan asing yang mengenal tempat tersebut, karena jalan utama yang ada menjadi jalur alternatif yang digunakan wisatawan untuk mencapai Dieng di Wonosobo dari Stasiun Kutoarjo

Dihubungkan jalan provinsi yang mulus, namun belum banyak diikuti dengan penyediaan jalan kabupaten yang layak. Untuk mencapai objek wisata harus memanfatkan jalan poros desa yang sempit dan relatif terjal.

Sampai saat ini tercatat ada beberapa objek wisata yang mencuri perhatian, di antaranya Curug Gunung Putri di Desa Cepedak, Curug Kyai Kate di Desa Gunung Condong serta Desa Giyombong dengan Bukit Khayangannya.

Penggiat wisata Bruno, Muhammad Sodiqul Ma’Arif mengungkapkan, jika geliat wisata di Bruno lebih banyak digerakkan oleh anak muda. Dia bersama enam orang lainnya mencoba menangkap potensi alam melalui kemampuannya memanfaatkan potensi wisata.

”Lebih banyak digerakkan oleh desa, tapi belum semua desa itu peduli dengan potensi alamnya,” kata Arif, sapaannya, Jumat (6/9).

Diungkapkan Arif, Bruno sangat diuntungkan oleh keberadaan alam. Hanya sumber daya manusia memang masih sangat terbatas. Masih ada anggapan jika alam yang ada masih biasa saja. Padahal di sepanjang jalan menuju Bruno pun kerap dijumpai kendaraan luar kota yang berhenti untuk sekedar mengabadikan pemandangan yang ada.

”Kami ini hanya relawan dan memiliki keterbatasan. Pemerintah harus turun mengenalkan dan meningkatkan SDM masyarakat sehingga mereka benar-benar melek wisata,” harap Arif.

Pelaksana tugas (Plt) Camat Bruno Nur Huda mengungkapkan, jika keberadaan objek wisata di Bruno memang terkendala akses jalan. Dari sekian potensi yang ada, hanya ada satu yang akses jalannya berstatus sebagai jalan kabupaten. (udi/ila)