RADAR JOGJA – Mutiara menjadi salah satu aksesori yang cukup digemari. Mutiara biasanya berwarna putih atau gading, kadang juga berwarna merah muda, kuning, bahkan hitam. Nah, mutiara ini sangat mudah diimitasikan.

Dilansir dari jawapos.com, kilau dan bentuk mutiara memberikan kesan yang klasik namun tetap mewah dan elegan. Jika di masa lalu, mutiara harus ditemukan di alam liar, yang berarti mereka sangat langka. Kalau saat ini sudah banyak yang dibudidayakan.

Mutiara ini sering juga dibuatkan tiruannya alias imitasi. Lalu, bagaimana cara membedakan mutiara asli dan palsu? Menurut kurator mutiara Ratna Zhuhury, Indonesia memiliki kualitas mutiara air laut yang terbaik di dunia. Namun sayangnya di pasaran banyak beredar mutiara air tawar asal Tiongkok dan Jepang.

Menurutnya, ada beberapa ciri mutiara yang memiliki kualitas baik. Seperti bentuknya bulat sempurna, mudah digelindingkan, serta mengeluarkan warna tertentu ketika terkena sinar atau sinar matahari. Sepintas putih tapi yang jenisnya bagus ketika dibawa ke matahari bisa mengeluarkan nuansa biru, pink, ungu, kuning, dan sebagainya.

Dia menjelaskan, mutiara asli memiliki punggung kecil seperti sidik jari di permukaannya, di mana mutiara palsu benar-benar halus. Untuk melihat punggungan, mungkin perlu kaca pembesar. Mutiara asli cenderung memiliki kualitas yang lebih bercahaya untuk pewarnaannya, di mana mutiara palsu akan cenderung terlihat sedikit lebih datar warnanya. Mutiara asli juga akan lebih reflektif. Mutiara asli akan cenderung dingin saat disentuh, dan perlahan-lahan menjadi hangat saat memakainya. Mutiara asli juga sedikit lebih berat daripada yang imitasi. (jpc/ila)