Radar Jogja – Pengenalan budaya akademik dan kemahasiswaan (PBAK) 2019 Sekolah Tinggi Agama Islam Masjid Syuhada (STAIMS) berlangsung seru. Mengusung tema “Menjadi Mahasiswa Cendikiawan Muslim yang Kritis dan Dinamis”, panitia PBAK 2019 menambahkan serangakaian kegiatan yang berbeda dari tahun sebelumnya. Di antaranya, Achievement Motivation Training (AMT) dan penyuluhan anti narkoba bagi mahasiswa baru.

Ketua panitia PBAK Permana Octofrezi mengungkapkan, pihaknya sengaja menambahkan kedua hal tersebut karena dinilai lebih bermanfaat bagi mahasiswa dibanding kegiatan yang mengarah pada kekerasan fisik. “Kegiatan PBAK di kampus kami tidak ada kegiatan yang mengarah pada Bullying dan kekerasan,” katanya saat ditemui di sela acara PBAK di kantor STAIMS , Sabtu (7/9).

Octo menilai motivasi sangat diperlukan bagi mahasiswa baru di era revolusi industri 4.0. Oleh karena itu, AMT diadakan dengan menghadirkan narasumber dari Litbang Yayasan Masjid Syuhada Muhamad Anshori. Tujuannya, agar mahasiswa dapat memotivasi dirinya untuk sukses belajar di perguruan tinggi, dapat mengembangkan diri sendiri, serta mampu mengembangkan tujuan atau cita-cita.

“Utamanya menjadi penyadaran bagi mahasiswa baru sebagai insan yang memiliki tanggungjawab sosial dan akademik,” katanya.

Sementara itu, dalam sesi penyuluhan anti Narkoba, panitia PBAK menghadirkan narasumber Eko Prasetyo dari Panti Rehabilitasi Narkoba Minomartani, Ngaglik, Sleman. Banyak hal yang dikenalkan Eko kepada mahasiswa baru terkait dampak penyalahgunaan narkoba, sehingga mahasiswa tahu bagaimana efek dan jenis-jenis narkoba.

“Melalui sosialisasi ini diharapkan para mahasiswa baru paham bahwa penyalahgunaan narkoba dapat mengganggu aktivitas belajar dan dapat menghancurkan generasi bangsa,” ungkap Permana.

Kegiatan PBAK yang berlangsung satu hari tersebut diikuti 91 mahasiswa baru dari dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), dan Pendidikan Bahasa Arab (PBA).

“Untuk mahasiswa baru angkatan 2019/2020 sebanyak 70 persen diikuti fresh graduate SMA,” tambahnya.

Selain sebagai orientasi penyadaran mahasiswa sebagai insan yang memiliki tanggungjawab sosial dan akademik, Permana berharap PBAK bisa menjadi wahana antarmahasiswa baru untuk saling mengenal, menjalin komunikasi dan mempererat tali silaturahmi.

Sementara itu, Ketua STAIMS Sutinah menjelaskan, STAIMS merupakan perguruan tinggi swasta di bawah Yayasan Masjid dan Asrama (YASAMA) Syuhada Jogjakarta. Saat ini STAIMS berkomitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat di bidang pendidikan dan dakwah dengan berlandaskan pembelajaran qiraah, tauhid dan kewirausahaan. Dengan landasan tersebut, diharapkan para mahasiswa dan mahasiswi mendapatkan pendidikan yang berkarakter.

“Untuk itu, kami mengajak berbagai kalangan, termasuk pemerintah maupun swasta, para alumni dan juga lembaga pendidikan lain untuk mendukung target pengembangan status STAIMS menjadi universitas 2025 nanti,’’ kata Sutinah yang juga sebagai penanggung jawab PBAK 2019. (naf/tif)