RADAR JOGJA – Dua tahun berjualan angkringan di selatan Plengkung Gading, Adi Suryanto kini memiliki pengalaman baru. Di gerobak angkringannya sekarang ada mesin transaksi nontunai Cashlez. Canggih.

Menurutnya dengan adanya pembayaran nontunai memudahkan transaksi. Terutama untuk pelanggannya dari wisatawan yang tidak membawa uang cash. Hasil penjualan juga bisa mudah dihitung. “Sudah bisa cara pakainya. Membantu untuk yang pakai kartu atau tidak bawa uang tunai,” katanya kepada Radar Jogja.

Sebab, selain sebagai mesin pembayaran nontunai, juga bisa dijadikan masin kasir. Penjual dapat memasukkan menu dan harganya. Nominal transaksi bisa tercatat dan bon tagihan bisa dicetak atau dikirim lewat email atau SMS ke pembeli.

Tidak hanya bagi penjual, pembeli juga merasakan lebih mudah. Sariyati, pembeli angkringan Suryanto merasakan manfaatnya. Membeli makanan di angkringan dia tak perlu pakai uang tunai. Namun cukup dengan kartu. “Sangat membantu, jajan angkringan pakai kartu. Tidak ada potongan,” imbuhnya.

Steven Samudera, Founder Cashlez mengatakan, alasan melakukan ekspansi ke Jogjakarta salah satunya karena Jogja kota wisata kedua setelah Bali. Melalui kerjasama dengan berbagai merchant UMKM diharapkan memudahkan pembayaran turis, yang kebanyakan membawa kartu.

“Agar pedagang dan pembeli bisa lebih mudah bertransaksi. UMKM dan angkringan kami sasar, karena bank jarang dapat menjangkau mereka, itulah kami hadir. Bank biasanya memiliki persyaratan yang banyak, kadang untuk pedagang kecil terlalu ruwet. Kami sederhanakan dengan aplikasi dan mereka dapat memiliki alat seperti perusahaan besar,” tuturnya.

CRO Cashlez Tan Leny Yonathan menyebutkan, meskipun baru beberapa bulan di DIJ, namun setidaknya sudah ada lebih dari 200 merchant yang menggunakan produknya. Sebagai kota wisata dan pelajar, pihaknya optimistis menargetkan hingga 600 merchant di akhir tahun. Sebab syarat mendapatkan mesin pembayaran Cashlez cukup dengan KTP dan NPWP.

“Jogja potensinya sangat besar. Namun kami juga banyak melakukan edukasi mengenalkan gerakan nontunai. Membantu bisnis, awalnya hanya cash, tapi sekarang costumer datang dengan pembayaran apapun bisa,” jelasnya. (riz/obi)