RADAR JOGJA – Ada pemandangan berbeda dalam perayaan HUT ke-71 Polwan di Mapolda DIJ, Selasa (10/9). Sebanyak enam pelajar asal Papua ikut memeriahkan acara ini. Mereka pun mengajak peserta yang hadir untuk ikut menari, diiringi lagu Fa Mi Re.

Kapolda Irjen Pol Ahmad Dofiri, Wakapolda Brigjen Pol Karyoto dan beberapa petinggi Polda DIJ yang lain nampak tidak canggung untuk ikut menari. Wajah mereka  berseri dan larut dalam irama lagu asal Maumere itu.

Kan sudah lama Jogja itu jadi miniatur Indonesia. Semua suku bangsa hadir di Jogja diwakili oleh adik-adik yang belajar di sini,” kata Kapolda DIJ Irjen Pol Ahmad Dofiri di sela-sela acara ini kemarin.

Jenderal bintang dua itu mengutarakan, situasi di Jogja relatif kondusif. Semua warga yang tinggal di Jogja bisa hidup rukun dan berbaur. Termasuk warga dari Papua yang diklaim jumlahnya sekitar 3.400 lebih pelajar dan mahasiswa.

Hal itu, kata Dofiri, mengindikasikan jika masyarakat menghargai keberagaman dan perbedaan. Oleh karenanya membuat siapa pun yang tinggal di Kota Gudeg itu nyaman. “Saya kira setiap tahun akan terus bertambah jumlah pelajar dari Papua,” katanya.

Hal itu didasari saat dia tengah mengisi kuliah umum di salah satu perguruan tinggi. Dia melihat banyak mahasiswa dari Papua yang hadir. Demikian juga dengan pelajar yang saat ini mulai menimba ilmu di Jogjakarta. “Harapannya di sini mereka menimba ilmu, pulang ke daerah bisa membangun daerahnya,” ujar mantan Kapolda Banten ini.

Terkait kabar akan ada eksodus warga Papua, Dofiri menyangkal hal itu. Justru dia meminta agar para pelajar dan mahasiswa untuk fokus belajar dan jangan sampai terpengaruh isu tersebut. “Ini kami undang di HUT Polwan juga untuk menunjukkan jika mereka diterima dan bisa berbaur dengan masyarakat Jogja,” terangnya.

Sementara itu, salah seorang pelajar asal Papua, Rhodina Mayor, punya beberapa alasan memilih Jogja sebagai tempat belajar. Selain memang terkenal dengan Kota Pelajar, menurutnya masyarakat Jogja ramah dan baik. “Ini yang membuat saya senang di Jogja,” kata siswa SMK Putra Tama, Bantul, ini.

Pelajar pelajar kelas 8 itu sudah dua bulan tinggal di Jogja. Namun, dia punya keinginan agar bisa tinggal lebih lama. Tentunya untuk belajar. “Ya, kalau bisa kuliah di sini,” ucapnya. (har/laz)