RADAR JOGJA – Balkonjazz Festival 2019 digelar di Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang hari ini mulai pukul 15.30. Tujuannya, mengangkat potensi desa.

‚ÄĚKami menjadikan Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Tuksongo sebagai venue Balkonjazz Festival 2019 agar perekonomian masyarakat setempat semakin maju,” kata Direktur PT Taman Wisata Candi (TWC) Edi Setyono, kemarin.

Direktur PT Manajemen CBT Nusantara Jatmika Budi Santoso mengatakan saat ini ada 20 balkondes yang dikelola pemerintah desa. Mereka merupakan binaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memberikan stimulus agar perekonomian desa maju. “Balkondes menjadi kendaraan ekonomi mengentaskan kemiskinan,” jelasnya.

Balkondes tersebar di sekitar Candi Borobudur. Telah menjadi destinasi wisata alternatif yang dilirik wisatawan lokal maupun mancanegara. Pada 2017 Balkondes menyerap 91.000 pengunjung. Pada 2018 naik menjadi 250.000 turis.

“Pertengahan 2019 sudah mencapai 240.000 pengunjung. Harapannya bisa sesuai target. Sampai akhir tahun semoga bisa mencapai 500.000 orang,” ungkap Jatmika.

Model pengembangan berbasis komunitas tersebut memiliki dampak berlapis yang sangat baik. Awalnya Candi Borobudur hanya memiliki empat Volkswagen (VW) Safari untuk mengantar turis berkeliling desa-desa. “Sekarang sudah ada 70 VW, yang punya masyarakat,” jelasnya.

Inisiator dan Direktur Balkonjazz Festival Bakkar Widodo mengatakan Balkonjazz menjadi pijakan mengangkat potensi desa dengan acara musik. Sengaja dipilih band indie yang sudah mapan untuk menjadi magnet Balkonjazz.

Para pesohor yang akan tampil, mulai Yura Yunita, Rio Febrian, Payung Teduh, Dialog Dini Hari, Langit Sore, Tashoora, Nostress, dan Frau.

Bassist Payung Teduh Aziz Kariko bangga dapat ambil bagian dalam Balkonjazz. Dia berharap ikut mengangkat potensi desa agar masyarakat sejahtera.

Sedangkan Creative Director Balkonjazz Ari Wulu mengatakan acara tersebut ingin menegaskan potensi desa. Alat pengering tembakau dijadikan bagian dekorasi. “Tuksongo ini surganya tembakau jadi pengin mengangkat sebagai bagian dari dekorasi,” jelas Ari. (asa/iwa/by)