RADAR JOGJA – Membuka cabang atau mengembangkan bisnis menjadi langkah untuk mencapai kesuksesan. Otomatis skala bisnis akan meningkat menjadi lebih besar. Tantangannya harus siap menghadapi kendala, salah satunya pengelolaan stok barang.

Dilansir dari jawapos.com, ketersediaan stok barang ini sangat mempengaruhi kelancaran bisnis. Terutama jika usaha yang dijalani bergerak di bidang retail. Otomatis stok harus mencukupi, namun di lain sisi, apabila stok terlalu banyak juga akan membutuhkan tenaga yang besar untuk mengelolanya. Lantas bagaimana cara mengelolanya, nah ini tips-nya.

Pertama siapkan SOP (standard operational procedure). Nantinya, SOP ini menjadi panduan wajib untuk semua lini yang berhubungan dengan bisnis yang dijalankan. Termasuk SOP pengelolaan barang.

Kemudian gunakan tempat yang aman untuk menyimpan stok barang. Yang perlu diperhatikan adalah keamanan, kebersihan, dan kelembabannya. Dikutip dari Cermati.com, pisahkan stok produk yang baru masuk dan stok lama. Bisa menggunakan metode pengelolaan stok barang first in first out (FIFO).  Jadi barang yang lama akan dikeluarkan/digunakan lebih dahulu atau last in first out (LIFO) yang mengeluarkan barang yang baru terlebih dahulu. Jangan lupa juga untuk selalu cek kondisi fisik barang.

Gunakan juga sistem pencatatan persediaan yang tepat, agar mudah untuk memonitor stok barang secara keseluruhan. Hal ini biasa disebut dengan istilah stok opname dengan melakukan pencatatan persediaan secara berkala. (jpc/ila)