KOMUNITAS pemuda di wilayah Kecamatan Ngaglik, Pakem, dan Cangkringan menjadi kekuatan utama seorang Banudoyo Manggolo. Kekuatan tersebut sangat terasa sejak sosok kelahiran 7 Mei 1988 itu berniat maju dalam bursa Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 lalu.

Selama masa kampanye, Banu, sapaannya, menggerakkan para pemuda sebagai mesin pendulang suara. Satu kursi pun diraih Partai Golkar di daerah pemilihan (dapil) Sleman 2 tersebut.

Banu berhasil lolos ke parlemen Sleman setelah membukukan 4.492 suara. Sosok 31 tahun itu menjadi salah seorang di antara 50 anggota dewan Sleman yang dilantik pada 12 Agustus lalu.

Kini setelah menjadi anggota DPRD Sleman periode 2019-2024, Banu kembali ingin mengoptimalkan peran pemuda.

Menurutnya, selama ini anak muda sering dipandang sebelah mata. Oleh karena itu mereka perlu terus didorong dan diberi ruang. Agar lebih berdaya.”Saya ingin anak muda memiliki banyak ruang untuk belajar, membangun skill dan pengetahuan, serta menyampaikan gagasan,” ujar Banu.

Melihat potensi pemuda yang begitu besar, Banu ingin membuatkan wadah bagi mereka. Sebagai ruang untuk menggali potensi masing-masing. Wadah ini sekaligus sebagai ajang bersosialisasi, belajar, serta beradu inovasi dan kreativitas.

Sektor pariwisata menjadi salah satu sasarannya. Sebagaimana diketahui, wilayah Ngaglik, Pakem, dan Cangkringan kaya akan destinasi wisata. Sebut saja Desa Wisata Pentingsari di Umbulharjo, Cangkringan. Lalu Desa Wisata Sambi di Pakem. Serta masih banyak lagi destinasi wisata alam lainnya di lereng Gunung Merapi.

Belum lagi potensi lava tour Merapi yang kian menjadi primadona wisatawan luar daerah. Juga Taman Wisata Kaliurang yang merupakan ikonnya Sleman. Lengkap dengan kuliner jadah tempe dan wedang gedangnya.

Banu ingin para pemuda ikut berpartisipasi membangkitkan potensi pariwisata di sisi utara Kabupaten Sleman itu. Supaya mereka tak hanya berpangku tangan melihat kehadiran wisatawan. Namun bisa turut merasakan gairah sektor pariwisata tersebut. “Saya ingin ada sentuhan dan peran serta pemuda dalam mengoptimalkan desa wisata yang ada,” ungkapnya.

Untuk menggerakkan pemuda, Banu berencana mengadakan pelatihan entrepreneurship. Pengalaman sebagai pengusaha muda cukup menjadi bekalnya. Sebagai teladan bagi para pemuda di wilayahnya. Terutama mereka yang seusia dengan Banu.

Selain menjadi anggota legislatif Sleman, bapak dua anak tersebut memang telah lama menempa diri sebagai pengusaha muda. Banu menggeluti usaha persewaan tenda dan alat pesta. Jaringan bisnisnya tak hanya di wilayah Sleman maupun DIJ. Tapi telah menjangkau daerah lain antarprovinsi. “Wirausaha adalah jiwa saya sejak kecil. Namun tugas sebagai dewan adalah panggilan dan amanah masyarakat yang harus saya tunaikan,” tuturnya.

“Menjadi tanggung jawab saya untuk memberi contoh anak muda yang mampu berpolitik dengan santun, bersih, dan berkontribusi melalui karya,” sambung warga Pakem Tegal, RT 037, Pakembinangun, Pakem.

Menurut Banu, saat ini adalah momentum yang tepat memberikan kesempatan para pemuda untuk berkarya. Sekaligus untuk membuktikan arti penting pemuda.

Banu optimistis, pelatihan entrepreneurship, skill, dan pengetahuan akan mengubah paradigma mereka. Menjadi lebih kreatif, inovatif, dan modern. Yang tentunya kehadiran para pemuda tak hanya akan memajukan sektor pariwisata. Tapi juga memajukan sektor-sektor lainnya.

Nah, selama lima tahun ke depan Banu juga ingin mengawal kebijakan pariwisata Sleman. Khususnya dari segi penganggaran dan manajemen pengelolaannya. Dia berharap, sektor pariwisata bukan hanya bisa menguntungkan pihak swasta maupun pemerintah. Namun juga bisa menjadi sumber penghidupan yang lebih baik bagi para pengelola destinasi wisata. Khususnya destinasi wisata yang berbasis masyarakat.

Selain pemuda dan pariwisata, Banu juga menaruh perhatian pada sektor pertanian. Dia juga berniat memberdayakan para petani dan kelompok wanita tani yang ada di Kabupaten Sleman. Agar mereka bisa menjadi petani yang lebih maju dan modern. (*/yog)