RADAR JOGJA – Jajaran aparatur sipil negara (ASN)  di lingkungan Pemprov DIJ tidak cukup hanya terampil dalam teknologi informasi semata. Lebih dari itu,  sebagai pelayan masyarakat, perlu memiliki kemampuan manajemen sistem informasi untuk pelayanan publik dengan lebih baik.

Anggota DPRD DIJ dari PDI Perjuangan menegaskan hal tersebut saat sesi penutupan Diklat Manajemen TIK tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Istimewa Jogjakarta, Kamis (19/9).

”Terus dorong agar PNS di DIJ punya standar kompetensi TIK untuk berikan pelayanan publik yang lebih baik, selamat kepada yang lulus serta punya kompetensi,” kata politisi muda PDI Perjuangan itu.

Kegiatan pendidikan dan latihan TIK 2019 ini diikuti oleh 30 peserta dari beragam unsur dinas di lingkup dinas dan instansi pemerintah DIJ. Tujuan diselenggarakan diklat adalah terselenggaranya pelayanan publik di DIJ yang lebih optimal dengan manajemen teknologi dan sistem tata kelola TIK yang baik.

Eko Suwanto secara khusus berpesan agar  seluruh peserta diklat ke depan bisa jalankan amanat yang tertuang dalam Perda No 3/2019 Tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan TIK. Setelah adanya landasan hukum tersebut, diharapkan bisa berjalan juga untuk wilayah kota dan kabupaten. Di dalam implementasi kebijakan perencanaan TIK harus lewat koordinasi Gubernur DIJ bersama Kominfo DIJ agar ada keterpaduan data antar dinas.

Optimalisasi manajemen TIK diharapkan mampu menekan pembiayaan APBD dan sosialisasi penggunaan teknologi informasi secara lebih baik.

Kepala Badiklat DIJ Ir Kuncoro Cahyo Aji menjelaskan, program pelatihan TIK ini bekerja sama dengan Amikom dan widyaiswara dari badan diklat. Peserta dalam proses diklat mendapatkan pendidikan berkait jaringan komputer,  sistem informasi TIK.  Sesi pendidikan dan latihan kali ini masih level awal. Di dalam pengembangan, bagi yang sudah kompeten nanti bisa meningkat untuk kompetensi level madya dan utama.

Pendidikan dan Latihan Manajemen Teknologi, Informasi dan Komunikasi yang diselenggarakan Badan Diklat DIJ.  Kegiatan ini disebutkan sangat bermanfaat hadapi tuntutan mutu dan layanan TIK di masing-masing organisasi perangkat daerah. (kus/ila)