RADAR JOGJA – Institut Teknologi Yogyakarta (ITY) konsisten melestarian lingkungan hidup. Realisasinya, kampus yang sudah berdiri sejak tahun 1983 ini meresmikan sebuah pusat studi untuk teknologi hijau alias green technology, Kamis (19/9). Pusat studi itu dinamakan Center for Green Technology Development (CGTD).

Acara peresmian dihadiri oleh para petinggi ITY, pimpinan Yayasan Lingkungan Hidup Yogyakarta (YLHY), para mahasiswa ITY, dan juga ada tamu undangan dari Malaysia.

Dalam sambutannya Direktur CGTD Ir. Nur Ismanto M.Eng, Sc mengungkapkan, pusat studi ini merupakan implementasi dari para visi pendiri serta pimpinan ITY dalam mengembangkan teknologi hijau. “Seusai dengan slogan kami yakni Mamayu Hayuning Bawono,” ujar Nur Ismanto.

Nur Ismanto juga berharap ITY dapat terus konsisten melakukan kegiatan pendidikan dan pengabdian kepada masyakarat, khususnya dalam aspek yang menyangkut soal pelestarian lingkungan hidup.

“Kami akan terus mengembangkan solusi terhadap pembangunan yang meminimalkan dampak kerusakan pada lingungkan hidup,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor ITY, Prof. Dr. Chafid Fandeli mengungkapkan saat ini Indonesia sedang menghadapi masalah yang sama. Yakni bagaimana cara mengatasi masalah di bidang lingkungan.

ITY sendiri menurut Prof Chafid tidak memiliki modal yang besar seperti perguruan tinggi negeri untuk berkontribusi terhadap penyelesaian masalah lingkungan hidup di Indonesia.

Namun, Prof Chafid menyatakan ITY memiki beberapa hal yang tidak dimiliki oleh banyak perguruan tinggi yang lain. “Sejak awal berdiri kami adalah satu-satunya perguruan tinggi yang sudah fokus pada lingkungan hidup. Selain itu menurut Prof Chafid, ITY juga memiliki banyak tenaga ahli di bidang green tecnhology. (sce/cr12/pra)