RADAR JOGJA – Kasus teror perusakan kaca mobil di Kronggahan II RT 10 RW 10, Trihanggo, Gamping, Sleman, pada Rabu (18/9) sekitar pukul 00.00 malam disikapi serius kepolisian. Polres Sleman memastikan kasus ini diusut hingga tuntas.

Polres Sleman telah melakukan langkah antisipasi. Salah satunya meningkatkan intensitas patroli. Jajaran polisi dikerahkan untuk memantau situasi di jam-jam rawan.

“Terutama pada jam rawan yaitu tengah malam hingga dini hari. Seluruh jajaran Polres Polsek sudah kami minta untuk meningkatkan patroli pada jam tersebut,” tegas Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Rudy Prabowo kepada Radar Jogja, Kamis (19/9).

Dia secara khusus meminta masyarakat Sleman tetap tenang. Tidak panik.

Dia memastikan polisi akan mengusut tuntas perusakan kaca mobil ini. Polisi berusaha keras untuk segera menangkap pelaku.

Rudy mengatakan, pelaku terus diburu. Selain itu, jajarannya masih berusaha mendalami motif tindakan para pelaku.

“Motif masih kami dalami dan belum bisa kami pastikan motifnya karena masih proses lidik,” kata Rudy.

Untuk proses penyelidikan, Satreskrim Polres Sleman telah memeriksa enam saksi. Selain itu, pihaknya juga masih melakukan olah tepat kejadian perkara. Langkah ini ditempuh agar tidak ada detail kecil penembakan yang terlewat.

Setiap data yang ada dapat digunakan sebagai acuan untuk dapat mengidentifikasi tersangka. “Sejauh ini belum ada dugaan tersangka,” terangnya.

Sebelumnya, enam mobil mengalami kerusakan pada kaca samping dan belakang pada Rabu (18/9) sekitar pukul 00.00 malam. Mobil-mobil itu berada di parkiran kos eksklusif daerah Kronggahan II RT 10 RW 10, Trihanggo, Gamping, Sleman.

Pengelola kos Heri Budi menuturkan, enam unit mobil itu yakni Agya, Innova, Panther, Grandmax, dan Mobilio. Dari rekaman closed circuit television (CCTV) yang ada di tempat tersebut, terlihat ada dua pelaku yang beraksi. Mereka beraksi selama kurang lebih dua hingga tiga menit.

“Mereka pakai jaket dan helm. Tubuhnya tinggi. Kemungkinan masih muda,” kata Heri.

Kerugian yang terjadi akibat kejadian itu diperkirakan mencapai jutaan rupiah. “Anak kos yang mobilnya rusak juga sudah saya kabari karena ada yang ke luar daerah,” bebernya.

Kasus perusakan kaca mobil, terutama di Gamping, bukan kali ini saja terjadi. Masih pada 2019, mobil milik salah seorang staf Pemerintah Desa Balecatur, Gamping, juga dirusak. (har/amd)