RADAR JOGJA – Bantul memiliki destinasi wisata baru. Yakni Pasar Jolontoro. Objek wisata yang menawarkan sensasi jual beli secara tradisional itu resmi dibuka kemarin.

Pasar Jolontoro terletak di Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri. Berada di pinggir sungai yang memiliki hutan bambu cukup rindang.

Di pasar tersebut ‘’mata uang’’ yang dipakai berupa wilah atau bambu. Untuk mendapatkannya, ditukar dengan uang asli. Kemasan makanan di pasar tersebut tidak boleh memakai plastik.

Saat meresmikan pasar tersebut, Bupati Bantul Suharsono mengatakan pasar tersebut potensial sebagai objek wisata. Karena lokasinya nyaman dan cara bertransaksinya unik.

Suharsono berharap Pasar Jolontoro bisa ramai dikunjungi wisatawan. Sehingga bisa mendongkrak ekonomi masyarakat setempat. Suharsono berpesan agar masyarakat merawat Pasar Jolontoro.

“Khususnya dalam hal kebersihan. Karena kalau tempatnya bersih, wisatawan pasti semangat untuk datang,” ujar Suharsono.

Pengelola Pasar Jolontoro Sunhaji mengatakan pasar tersebut akan dibuka tiap Minggu Kliwon. Konsepnya menjual makanan tradisional dan tanpa plastik.

Sehingga, hampir setiap menu masakan yang dijual adalah merupakan makanan khas ndeso. Selain itu, tiap ornamen maupun alat makan yang ada di Pasar Jolontoro hampir semuanya terbuat dari bambu.

“Di sini selain melestarikan makanan tradisional, kami juga berkampanye meminimalisasi penggunaan plastik,” ujar Sunhaji.

Camat Imogiri Sri Khayatun mengatakan selain Pasar Jolontoro, di wilayahnya ada juga destinasi wisata yang memiliki konsep sama. Yakni Pasar Sorjati yang terletak di wilayah perbukitan, buka tiap Minggu Legi.

“Pasar Sorjati sudah setahun berjalan. Di sana sangat luar biasa. Masyarakat sudah kami kondisikan agar tidak menjadi persaingan. Namun bagaimana mengembangkan potensi yang ada di masing-masing lokasi,” kata Sri. (inu/iwa/zl)