RADAR JOGJA – Geliat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 mulai terasa di Gunungkidul. Tujuh kandidat mengambil formulir pendaftaran bakal calon bupati (balon) di kantor DPC PDI Perjuangan Gunungkidul.

Hingga pendaftaran balon bupati ditutup akhir pekan lalu, ada tujuh kandidat melamar. Ketujuh orang tersebut, Mayor Sunaryanto (TNI AD berdinas di Kementerian Pertahanan Keamanan), Bambang Wisnu Handoyo (Kepala DPPKA DIJ), RM Kukuh Hertriasning (Putra dari cucu HB XIII), Supartono (mantan Kepala BKAD/PLT Sekda/PLT Sekwan), Demas Kursiswanto (anggota FPDIP/Bendahara DPC/mantan Ketua DPRD Gunungkidul, dan Danang Ardianta serta Kolonel Tugiman.

“Karena memperoleh kursi sebanyak 20 persen lebih pada Pemilu 2019, sesuai intruksi DPP PDIP kami melakukan penjaringan secara tertutup,” kata Ketua DPC PDIP Gunungkidul Endah Subekti Kuntaringsih, Minggu (22/9).

Bagaimana nasib ketujuh kandidat tersebut? Kata Endah, pemberian rekomendasi merupakan wewenang DPP PDIP. DPC PDIP Gunungkidul hanya bertugas melakukan penjaringan, tidak lebih.

“Tidak menutup kemungkinan DPP PDIP memiliki opsi lain di luar ketujuh nama yang terjaring tersebut. Saya dulu juga begitu. Dalam pilkada lalu ada enam kandidat. Saya tidak mendaftar, namun ditunjuk DPP PDIP,” ujar Endah.

Dikatakan, pendaftaran balon bupati melalui PDIP bisa dilakukan di tingkat DPC. Atau bisa saja mendaftar melalui kantor DPD, atau langsung ke DPP PDIP. Pihaknya di daerah tugasnya hanya menjaring.

“Yang memberikan rekomendasi adalah DPP. Rekomendasi DPP turun sebelum Maret 2020,” kata Endah.

Sementara itu, parpol dengan perolehan kursi terbanyak kedua, Nasdem masih menunggu instruksi DPP terkait penjaringan balon bupati. Jika pendaftaran dibuka, nama-nama balon yang muncul akan disurvei.

“Survei responden untuk mengetahui tingkat popularitas balon yang dikehendaki masyarakat. Kami agendakan pembukaan pendaftaran Desember 2019,” kata Ketua DPD Nasdem Gunungkidul Suparjo.

Sedikitnya ada dua parameter kriteria balon bupati. Dikehendaki masyarakat dan visi misi selaras dengan perkembangan Gunungkidul dan partai.

“Kami ingin Gunungkidul maju. Tidak tertinggal. Kemiskinan dikurangi. Air beres. Dan wisata difasilitasi dengan baik,” kata Suparjo. (gun/iwa/zl)