RADAR JOGJA – Upaya menjaga lingkungan di Purworejo tak hanya dilakukan di tempat keramaian. Pasar pun mengampanyekan pentingnya kebersihan dan meminimalisasi penggunaan kantong plastik.

Itu tecermin dari kegiatan di Wisata Digital Pasar Inis yang terletak di Desa Brondongrejo, Kecamatan Purwodadi, Purworejo. Pedagang pasar tersebut rutin menyelenggarakan cleaning day (hari kebersihan).

Pasar yang memanfaatkan areal persawahan ini mewajibkan seluruh pedagang terlibat membersihkan kompleks pasar setiap Sabtu sore. Pedagang yang tidak hadir diberkan sanksi berupa denda senilai Rp 50 ribu.

Besaran denda itu merupakan hasil kesepakatan bersama para pedagang. Kebijakan ini diterapkan sejak pasar itu dibuka Oktober 2018.

“Jarang denda itu sampai dikenakan karena seluruh pedagang lebih sering berangkatnya. Sebenarnya, bukan nilai denda yang ditonjolkan. Mereka berangkat juga atas rasa kebersamaan saja,” kata Lurah Pasar Inis Rianto Purnomo kemarin (22/9).

Pengenaan denda ini tidak hanya diberlakukan saat mereka tidak ikut membersihkan pasar saat Sabtu. Saat berjualan pada Minggu, pengenaan denda juga bisa diberlakukan. Hanya saja, sasarannya berbeda. Para pedagang sepakat untuk tidak mengunakan plastik untuk mewadahi barang belanja pembeli.

Jika pedagang kedapatan menggunakan plastik maka bakal dikenai denda. ā€¯Besarannya juga sama yakni Rp 50.000,” imbuh Purnomo.

Sejak awal, Pasar Inis memang berusaha meminimalkan produksi sampah. Langkah awal yang ditempuh adalah memberikan sosialisasi atau pemahaman kepada para pedagang. Aturan ini memang belum secara tegas diberlakukan.

Selaku lurah pasar, Purnomo mengaku baru bisa memberikan ketegasan saat pedagang sudah memetik hasil. “Kita memberikan aturan tegas. Sementara pendapatan (pedagang) belum kuat, akan percuma. Makanya, setelah mereka mendapatkan hasil dan menikmatinya, aturan itu benar-benar ditegakkan,” tambahnya.

Pedagang juga memiliki kewajiban menyediakan kantong-kantong sampah di beberapa titik. Pedagang juga diminta memberikan pemahaman kepada para pembeli untuk tidak menggunakan plastik.

Menurutnya, masih banyak pengunjung yang datang berbelanja aneka makanan tradisional dengan membawa tas plastik dari rumah. Pedagang akan melakukan sosialisasi mengenai pengurangan kantong plastik. Pedagang juga memberikan kantong dari kertas.

“Kantong kertas ini ada dua macam yang disediakan pedagang. Ada yang membuat sendiri atau mereka memang membeli. Yang membeli ini biasanya karena di rumah repot dan tidak sempat membuat,” tambahnya. (udi/amd)