RADAR JOGJA – Letusan Merapi tidak membuat warga lereng Merapi panik. Warga masih beraktivitas seperti biasa. Suminten, 52, salah seorang warga Glagaharjo, Cangkringan, mengaku belum terpengaruh dengan letusan Merapi. Dia bahkan masih berjualan seperti biasa. “Belum ada instruksi apa-apa. Jadi ini masih aktivitas biasa,” ujarnya.

Kendati demikian, sejak status Merapi waspada dari tahun lalu, dia sudah mempersiapkan diri. Salah satunya dengan mengemas surat berharga dalam satu tas. “Semua sudah dipersiapkan, tinggal menunggu instruksi saja,”  tambahnya.

Warga Desa Kepuharjo juga tidak terlalu terpengaruh terhadap letusan Merapi. Aktivitas warga juga tidak terpengaruh sama sekali. “Wisata juga masih tetap jalan,” ujar Kepala Desa Kepuharjo Heri Suprapto.

Aktivitas penambangan, lanjutnya, juga tidak terpengaruh. Masih beroperasi seperti biasa. “Tambang justru jaraknya di bawah 6 kilometer, masih jauh di bawah lokasi wisata,” jelasnya.

Selain tidak menimbulkan dampak pada aktivitas warga, letusan Merapi juga tidak menimbulkan hujan abu di daerah Kepuharjo maupun Glagaharjo. Heri memastikan, setiap warga sudah siap jika sewaktu-waktu ada instruksi untuk mengungsi.

Sementara Kepala Desa Wonokerto, Turi, Tomon HW mengakui sempat terjadi hujan abu tipis di daerahnya. Namun hal itu tidak mengganggu aktivitas warga. “Sekitar 15 sampai 30 menit letusan, kondisi Merapi tertutup awan. Saat itu kondisi panas, jadi susah membedakan debu dan hujan abu karena sangat tipis,” ujar Tomon.

Pihaknya juga sudah menyiapkan masker bagi masyarakat. Termasuk alat mitigasi lainya. “Semua sudah siap,” tandasnbya. (har/laz)