RADAR JOGJA – Pembangunan jalur kereta api Jogja-Borobudur, tampaknya tidak akan terealisasi dalam waktu dekat. Pemerintah pusat merencanakan pembangunannya baru akan dilakukan tahun 2021 mendatang.

Sekprov DIJ Gatot Saptadi menjelaskan, proses pembangunan rel kereta api Jogja-Borobudur memerlukan perencanaan yang matang dan proses panjang. Apalagi DIJ kini sedang melaksanakan proyek besar lainnya seperti jalan tol.

“Yang saya dengar rencananya 2021. Kami juga kan sedang banyak proyek pembangun. Jadi diselesaikan dulu satu-satu,” kata Gatot, Rabu (25/9).

Dijelaskan, rel kereta api Jogja-Borobudur masuk dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW) DIJ. Bahkan jalur kereta api direncanakan memasuki kawasan selatan yang selama ini menjadi destinasi wisata, Pantai Parangtritis.
Jalurnya nanti akan membujur dari utara ke selatan.

“Itu sudah ada di RTRW. Cuma jalur-jalurnya mana saja, belum tahu. Ini proyek jangka panjang, DED-nya saja belum,” kata Gatot.

Ada dua jalur yang direncanakan. Pertama, reaktivasi jalur lama, dan kedua membuat jalur baru. “Jika Ditjen Perkeretaapian ingin bernostalgia, maka reaktivasi bisa diambil,” jelasnya.

Hanya saja, ongkos pembangunan dinilai lebih mahal. Itu disebabkan, sebagian besar jalur kereta yang lama sudah menjadi lahan pemukiman. “Rel di jalur lama sudah banyak yang hilang. Ada juga di daerah seperti Palbapang,” katanya.

Jika ingin membangun jalur baru, lanjut Gatot, maka prosesnya harus dilakukan sejak awal. Mulai dari pengajuan dokumen perencanaan, pengajuan izin penetapan lokasi (IPL) hingga pembebasan lahan yang akan digunakan.

“Ya, itu konsekuensinya. Seingat saya nanti rel dibangun elevated. Tinggal kebijakan pemerintah yang diambil yang mana,” ujar Gatot.

Berdasarkan Pergub No.8/2017 terkait rencana induk perkeretaapian 2017-2036, ada tiga jalur kereta dari Borobudur yang akan menjadi prioritas pengembangan ketika masuk wilayah DIJ.

Ketiga jalur itu meliputi, Jalur Bandara Kulonprogo-Brambanan, Jalur Bandara Kulonprogo-Parangtritis, dan Jalur Borobudur-Samas.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DIJ Sigit Sapto Raharjo mengatakan, pembangunan rel kereta api menjadi proyek pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemennhub). Jalur itu menjadi penghubung wilayah Jogja, Solo, dan Semarang.

Pembangunan jalur kereta api itu tidak hanya akan menghubungkan Kota Jogja dengan Borobudur, namun juga menghubungkan bandara baru di Kulonprogo dengan Borobudur.

Konektivitas Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo dengan Borobudur menjadi perhatian pemerintah untuk mendongkrak kunjungan turis asing.

“Kalau keinginan pemprov jalur ke utara dibangun secara elevated. Namun belum memasuki pembahasan yang mendalam,” kata Sigit. (bhn/laz)