RADAR JOGJA – Pemprov DIJ tak ingin ada spekulan tanah terkait proyek strategis jalan tol yang melintasi Jogjakarta. Pemprov benar-benar menghindari spekulan tanah.

Pemprov pun menyangkal telah mempublikasikan desain trase (rute) proyek tol tersebut. Pemprov menegaskan tidak pernah menyebarluaskan rencana detailnya ke publik.

Rancangan desain tol di DIJ beredar luas di publik. Desan itu memang tidak menjelaskan secara rinci titik trase. Namun, secara garis besar, wilayah yang dilalui proyek tol cukup tampak dalam desain tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIJ Hananto Hadi Purnomo membantah desain trase tersebut dikeluaran oleh pemprov. Dia mengaku ada banyak pihak menanyakan kebenaran desain yang tersebar tersebut.

”Saya jawab itu tidak benar. Kalau ada yang tanya, yang benar seperti apa, saya tidak akan jawab,” kata Hananto ditemui di Kepatihan Jogjakarta.

Dijelaskan, pemprov sengaja tidak mempublikasi desain trase tol secara detai ke masyarakat. Sebab, pemprov khawatirkan publikasi sejak dini bakal menjadikan lokasi tol menjadi objek spekulan.

Dalam gambar yang tersebar menunjukkan di tol Jogja-Solo. Tol itu tersambung dengan tol Jogja-Bawen. Sedangkan tol Jogja-Bawen menyambung tol Kulonprogo-Cilacap.

Jalur tol dari Kartasura, Jawa Tengah, akan lewat Manisrenggo menuju Selokan Mataram. Lantas, masuk exit toll entry di Maguwoharjo. Selanjutnya, tol yang dibangun dengan elevated itu melewati sisi selatan Ringroad Utara.

Selanjutnya, gerbang tol ada di kawasan Ringroad Utara depan kampus UPN Jogjakarta. Tol menyambung ke gerbang tol di sekitar Monumen Jogja Kembal dan gerbang tol Trihanggo di sekitar resto West Lake.

Dari Trihanggo, jalur tol mengarah ke utara secara elevated (bertingkat) di atas Selokan Mataram. Nantinya, simpang susun tol berada di Seyegan dan menuju ke Bligo. Digambarkan, simpang susun tol Seyegan menyambung ke Kulonprogo.

Pada jalur tol Kulonprogo, gerbang tol berada di kawasan Sentolo, Kota Wates Baru, dan sisi barat exit toll menuju Yogyakarta International Airport (YIA). Jalur dari Kulonprogo ini akan menyambung ke Cilacap.

Hananto meminta masyarakat untuk menunggu sosialisasi resmi terkait proses pembangunan tol dari Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIJ. Apalagi, saat ini pemprov belum bisa mengeluarkan izin penggunaan lahan (IPL). Itu lantaran dokumen perencanaan yang diajukan oleh pemerintah pusat belum terbaca secara detail.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Bappeda DIJ Budi Wibowo mengakui, secara garis besar desain yang beredar itu cukup sesuai dengan rancangan tol yang akan dibangun. Namun, sejauh ini pemerintah pusat belum mempublikasikan detail bidang-bidang lahan yang akan dibebaskan.

”Yang jelas,. setelah dokumen perencanaanya disahkan, pemprov akan juga akan melakukan sosialisasi,” jelasnya. (bhn/amd)