RADAR JOGJA – The First International Conference on Indonesia Family Planning and Reproductive Health (ICIFPRH) resmi dibuka oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo di Hotel Sahid Raya, Senin (30/9).

Konferensi ini menjadi wadah diskusi tingkat internasional mengenai program keluarga berencana (KB) dan kesehatan reproduksi. Hasto mengungkapkan bahwa Indonesia merasa terhormat menjadi tuan rumah ICIFPRH karena kesehatan adalah salah satu pilar dari pembangunan nasional.

“Kami juga melatih ribuan dokter dan bidan, dan membawa Keluarga Berencana ke daerah yang lebih terpencil,” ujar  Hasto.

Konferensi ini diikuti oleh sekitar 800 peserta yang terdiri dari para cendekiawan, pakar kesehatan dan pembangunan, penyelenggara program, pembuat kebijakan, berbagai badan khusus PBB, lembaga donor nasional maupun internasional, organisasi masyarakat sipil serta calon pemimpin muda dan mahasiswa. Mereka membahas berbagai hal dalam rangka memajukan program KB dan kesehatan reproduksi di Indonesia.

Kepala Perwakilan Rutgers WPF Indonesia yang juga Direktur Eksekutif Konferensi Amala Rahmah menambahkan, salah satu isu yang dibahas dalam konferensi ini adalah fenomena pernikahan anak, kehamilan yang tidak direncanakan dan persalinan di usia remaja, yakni 15-19 tahun.

“Kami akan membicarakan berbagai gagasan, pemikiran, praktik lapangan dan kebijakan yang akan dikemukakan oleh para akademisi, peneliti, petugas lapangan, LSM dan pengambil kebijakan di tingkat nasional maupun internasional,” tuturnya. (sky/tif)