RADAR JOGJA – Dinas Perdagangan (Disdag) Bantul mengikuti Tourism Trade Investment (TTI) Expo 2019 Bali. Dalam kegiatan yang digelar di Atrium Mall Level 21 Bali pada 26-29 September itu, stan disdag mempromosikan berbagai produk unggulan Kabupaten Bantul.

Kepala Disdag Bantul Sukrisna Dwi Susanta mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu program pengembangan perdagangan disdag. Targetnya, untuk memperluas pangsa pasar produk-produk usaha mikro kecil dan menengah.

”Jumlah pelaku UMKM di Bantul sangat banyak. Baik perajin kerajinan tangan maupun kuliner,” jelas Sukrisna di kantornya, Selasa (1/10).

Ada tiga produk yang dipamerkan di Bali. Yakni, kerajinan batik produk Mutiara Batik, rajut Mazzy Craft, dan jamu instan Mitra Sehat. Sukrisna menilai, kerajinan maupun kuliner dari Bantul tidak kalah saing dengan produk luar daerah. Itu terlihat dari tingginya respons pengunjung pameran. Seluruh produk kerajinan rajut yang dipajang langsung ludes pada hari pertama pameran. Bahkan, di antaranya diborong wisatawan mancanegara.

”Warga lokal Bali juga banyak yang membeli,” ujarnya.

Karena itu, Sukrisna berharap pameran yang digelar rutin ini membawa dampak positif bagi perajin Bantul.

”Paling tidak, meningkatkan pemasaran. Semakin banyak yang tahu, pembeli akan semakin bertambah,” tuturnya.

Birokrat yang pernah menjabat kepala Bagian Umum Setda Bantul ini juga berharap investor melirik produk-produk itu. Setidaknya ikut andil mengembangkannya. Dengan begitu, para perajin bakal termotivasi untuk meningkatkan kualitas produk. Hingga berstandar produk UMKM premium yang layak ekspor.

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Agus Riyadmadi menambahkan, produk-produk yang dipamerkan itu merupakan hasil seleksi disdag. Melalui proposal yang diajukan oleh perajin.

”Tentunya, berdasarkan kriteria. Selain kualitas, juga pada produktivitas dan packaging,” ungkapnya.

Untuk program pengembangan perdagangan selanjutnya, disdag akan melakukan seleksi ulang. Artinya, perajin hanya mendapatkan kesempatan sekali mengikuti program. Selebihnya tahap pengembangan produk.

”Kami arahkan dari perajin lokal menjadi pengekspor,” ungkapnya.

Dalam pameran itu, stan produk disdag mendapatkan juara tiga dari 39 peserta se-Indonesia. (*/mel/zam/tif)