RADAR JOGJA – Data Kementerian Kesehatan menunjukkan prevalensi penderita nyeri sendi akibat pengapuran tulang (osteoarthritis) terus mengalami peningkatan. Prevalensinya sebesar 30 persen dari populasi individu di atas 50 tahun. Bisa dikatakan, satu dari tiga orang dengan usia diatas 50 tahun mengalami osteoarthritis.

Dilansir dari jawapos.com, di antara sekian banyak jenis nyeri yang dikeluhkan terdapat beberapa kondisi nyeri yang umum dijumpai, yakni nyeri sendi lutut, sendi tulang belakang, sendi bahu hingga pinggang.

Praktisi nyeri otot dr Ibrahim Agung, SpKFR mengatakan, sakit yang dirasakan akibat nyeri sendi selanjutnya mempengaruhi produktivitas seseorang. Kondisi ini apabila dibiarkan dapat menyebabkan komplikasi berupa spasme otot hingga keterbatasan fungsi gerak.

Risiko ini juga bisa dialami oleh para pekerja proyek yang tentunya dapat menurunkan kemampuan beraktivitas, gangguan tidur, dan ketergantungan pada orang lain. Pengobatan jenis lutut dengan melakukan terapi radiofrequency ablation (RFA). Teknik ini dilakukan dengan cara membatalkan saraf penyebab nyeri menggunakan aliran listrik yang dihasilkan oleh gelombang radio. (jpc/ila)