RADAR JOGJA – Sebanyak 305 anggota Jaga Warga se-Desa Condongcatur akhirnya resmi dilantik. Pengukuhan ditandai dengan penyerahan SK kepada ketua pengurus Jaga Warga dari 17 Padukuhan oleh Bupati Sleman Sri Purnomo di Pendopo Balai Desa Condongcatur, Jumat malam (4/10).

Kepala Desa Condongcatur Reno Candra Sangaji mengatakan, Jaga Warga merupakan suatu upaya bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban sosial dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemuda lingkungan setempat.

“Sebelumnya pembentukan Jaga Warga telah diawali dari Dusun Kentungan sekitar satu tahun yang lalu,” ujarnya.

Reno mengungkapkan, program tersebut merangkul semua unsur masyarakat mulai dari ketua RT, RW, hingga pemuda untuk bersama-sama menjaga situasi lingkungan agar aman dan kondusif, tanpa menghilangkan nilai kearifan lokal.

Dia mengakui, masih ada beberapa titik rawan permasalahan sosial khususnya di daerah perbatasan. Reno mencontohkan, beberapa persoalan tersebut diantaranya adalah kasus klithih, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, maupun tindak kriminal lain.

“Pengawasan di titik-titik rawan masih lemah. Program Jaga Warga diharapkan menjadi bagian solusi mengatasi persoalan tersebut,” katanya.

Hal tersebut dia tekankan mengingat wilayah Desa Condongcatur jumlah pendatang yang cukup besar, terlebih banyak kos-kosan. Reno mengimbau agar penghuni atau pemilik rumah didata untuk memudahkan koordinasi dengan Pemerintah Desa jika ada kejadian.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIJ Agung Supriyono yang saat itu hadir dalam acara menyampaikan, sampai saat ini telah terbentuk setidaknya 400 Jaga Warga di DIJ.

Pihaknya memberikan apresiasi secara khusus kepada Pemkab Sleman karena sejak tahun 2016 hingga saat ini senantiasa memberikan sokongan dana untuk pembentukan Jaga Warga.

“Pembentukan yang dibiayai APBD hanya ada di Sleman,” tandasnya.

Kabupaten Sleman juga menjadi satu-satunya daerah yang telah mengukuhkan Jaga Warga di seluruh kecamatan.

Dia menilai implementasi program itu sudah berjalan baik, terutama dari sisi deteksi dan pencegahan dini. Contohnya saat aksi Gejayan Memanggil. Kegiatan yang melibatkan ribuan orang didominasi mahasiswa itu bisa berlangsung  aman.

Sementara itu, Bupati Sleman Sri Purnomo saat ditemui usai acara mengungkapkan, Jaga Warga bukan hanya sekedar formalitas sebagai realisasi Peraturan Gubernur DIY Nomer 9 Tahun 2015 semata.

Oleh sebab itu para pengurus Jaga Warga yang telah dikukuhkan harus dapat mengaplikasikannya yakni dengan menumbuhkan nilai-nilai luhur yang ada di masyarakat dan mengoptimalkan pranata sosial.

“Jaga Warga harus bisa membangun komunikasi yang baik dengan aparat desa dan keamanan di masing-masing wilayahnya dan harus mampu menjaga warganya dari kemungkinan datangnya ancaman seperti narkoba, terorisme atau upaya yang bisa memecah belah warga,” kata Sri Purnomo. (sce/naf/tif)